Komisi XI DPR-RI Rapat Khusus Bahas Agenda Kerakyatan

0
164

KOTAMOBAGU,DETOTABUAN.COM – Selasa (13/6) tadi, Pimpinan Kelompok Fraksi (Poksi) komisi XI DPR RI melakukan rapat khusus terkait agenda penting soal Kerakyatan, Kebangsaan dan Kenegaraan.

Sekretaris Komisi XI DPR-RI, Aditya Didi Moha, S.Ked MM mengatakan, pada rapat tersebut, Komisi XI membahas tentang tentang Asumsi Dasar Ekonomi Makro dan Proyeksi tahun 2018 (RAPBNP 2017 & RAPBN 2018).

Beberapa aspek yang menjadi indicator pembahasan :

 

1) Pertumbuhan Ekonomi (5,2-5,6)
Tahun 2017 : 5,1 %
Tahun 2018 : 5,4 – 6,1 % (usulan kami 5,1 – 5,3 %)

 

2) Inflasi (2,5-4,5)
Tahun 2017 : 4,0 %
Tahun 2018 : 3,5 +_ 1 % (sesuai dgn usulan kami dan BI)

 

3) Nilai Tukar Rupiah (Rp 13.300-13.500)
Tahun 2017 : 13.300
Tahun 2018 : 13.500 – 13.800 (usulan kami 13.300 – 13.500 ).

 

4) Tingkat Bunga SPN 3Bulan (4,8-5,6)
Tahun 2017 : 5,3 %
Tahun 2018 : 4,8 – 5,6 %

 

Target Pembangunan

 

5) Tingkat Pengangguran (5,0-5,3)
Tahun 2017 : 5,6 %
Tahun 2018 : 5,1 – 5,4 %

 

6) Tingkat Kemiskinan (9,5-10)
Tahun 2017 : 10,5 %
Tahun 2018 : 9 – 10 %

 

7) Gini Rasio (0,38)
Tahun 2017 : 0,39
Tahun 2018 : 0,38

 

8) IPM (71,5)
Tahun 2017 : 70,10
Tahun 2018 : 71,38

 

ADM berharap, asumsi Makro yang ditetapkan komisi XI, nantinya akan membawa dampak sosial kemasyarakatan, Pembangunan, serta menjaga stabilitas Ekonomi dan capaian-capaian target pemerintah yang lebih baik.

Menurutnya, jika Indeks pembangunan manusia semakin tinggi dan merata di segala penjuru bangsa, dapat menjdikan bangsa yang unggul melalui sumber daya manusia yang kompetitif, siap bersaing, terampil, memiliki skill yang baik, serta memiliki karakter keindonesiaan yang teruji.

“Tingkat pengangguran yang semakin menurun dengan memperluas serta membuka lapangan kerja yang semakin banyak dan memadai, tingkat kemiskinan pun bisa lebih turun agar mampu melahirkan manusia yang mumpuni, tingkat kesenjangan, gini rasio yang tidak lagi terlalu lebar sehingga tidak menciptakan jurang lebih besar antara si kaya dan si miskin,” terang Politisi Golkar ini.

ADM mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap memberi support dan sekaligus mengawasi kinerja pemerintah secara berjenjang agar capaian-capaian pembangunan dan target ekonomi bangsa ini semakin stabil tercapai serta bisa terealisasi dengan baik.

“Semoga kerja kerakyatan kami bisa terukur dan sekaligus menjadi pertanggung jawaban kami kepada rakyat Indonesia terlebih rakyat Sulawesi Utara sebagai daerah pemilihan kami,” pungkas ADM.

(Tr-02/Tio)