OKP dan Ormas Minta Keterwakilan Birokrat BMR di Jabatan Esselon II Pemprov

0
334
Abdullah Mokoginta, MSi - DR. Mutu Mokoginta, MSi

BMR,DETOTABUAN.COM – Setelah Ir. Siswa Rahmat Mokodongan ditarik oleh Kemendagri, tercatat tinggal dua perwakilan birokrat Bolmong Raya (BMR) yang menempati posisi strategis jabatan esselon II di Pemprov Sulut.

Mereka adalah Rudi Mokoginta, SE. MTP yang saat ini menjabat sebagai assisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan dan dr. Bahagia Mokoagow sebagai Kepala Dinas Kependudukan Catatan Sipil dan KB.

Berangkat dari diskusi-diskusi yang dilakukan oleh sejumlah Organisasi Kepemudaan (OKP) dan Organisasi Masyarakat (Ormas) BMR, mereka meminta setidaknya ada 4 atau 5 perwakilan birokrat BMR di Kabinet Olly Dondokambey-Steven Kandow (OD-SK).

Usulan ini bukan tanpa alasan. Selain memiliki potensi SDM yang berkualitas dan mumpuni, BMR merupakan salah satu penyumbang PAD terbesar di Sulut, apalagi luas wilayah BMR ¾ dari luas wilayah sulut.

Beberapa nama yang mencuat dalam diskusi itu, diantaranya DR Mutu B. Mokoginta, MSi yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Dinas PMD Sulut dan birokrat senior Pemkot Kotamobagu Abdulllah Mokoginta, SE. MSi.

“Mutu B. Mokoginta merupakan birokrat senior, memiliki track record yang baik, apalagi ia sudah memenuhi syarat untuk menduduki jabatan esselon II, begitupun dengan Abdulah Mokoginta,” ujar Ketua Majelis Pertimbangan Pemuda Indonesia (MPPI) yang juga mantan ketua DPD KNPI KK, Robianto Suid, S.Hut.

Senada disampaikan Ketua Lembaga Pemantau Kinerja Eksekutif dan Legislatif (LPKEL) Reformasi, Effendi Abdul Kadir, ia berharap dua birokrat senior ini, dapat dijadikan pertimbangan OD-SK.

“Saya kira, permintaan OKP dan Ormas BMR tidak muluk-muluk, 4 atau 5 perwakilan BMR di jajaran eselon II Pemprov Sulut merupakan hal yang wajar,” pungkasnya.

(Tio)