Jahe Merah Kotamobagu Dilirik Investor China

0
12

KOTAMOBAGU,DETOTABUAN.COM–Kotamobagu memiliki struktur tanah yang baik bagi pertumbuhan jahe merah. Selain kadar air yang rendah, cuaca juga memperngaruhi kesuburan tanaman ini.

Meski demikian, tanaman ini masih sangat sedikit tumbuh di wilayah Kotamobagu. Hanya beberapa warga saja yang menanam tumbuhan tersebut untuk keperluan obat herbal alami.

Padahal, jika jahe merah dibudidayakan, akan sangat mampu menghasilkan keuntungan bahkan berpotensi menjadi sentra industri yang besar.

“Ada beberapa warga Kotamobagu termasuk saya yang menanam jahe merah di pekarangan rumah. Yah, buat obat saja karena khasiatnya bagus untuk kesehatan. Apalagi jahe merah ini tumbuh subur di Kotamobagu akan sangat bagus jika dibudidayakan dalam jumlah yang besar,” kata Adnan Massinae, Sekretaris Daerah Kotamobagu, Rabu (28/11/2018).

Lanjut Adnan, jahe merah Kotamobagu bahkan sudah dilirik investor asal China. Namun, karena budidaya jahe merah kurang, tak mampu untuk produksi skala besar.

“Kemarin ada kawan saya mengatakan ada orang China yang mencari jahe merah dalam jumlah besar. Dan Kotamobagu sempat dilirik. Tapi karena permintaan mereka harus berton-ton jahe merah, kita tidak bisa memenuhinya karena kekurangan lahan dan budidaya jahe merah ini,” ujar Adnan.

Lanjutnya, jika masyarakat bisa memulai untuk menanam dan membudidayakan jahe merah, akan bisa menopang ekonomi masyarakat itu sendiri. Sebab, keunggulan tanaman rempah bertunas ini sangat banyak. Bisa untuk campuran makanan hingga dijadikan obat-obatan.

“Ada banyak sebenarnya tanaman rempah yang bisa menghasilkan keuntungan besar jika kita mengelolanya dengan baik dan dengan skala besar maka pasti akan ada perusahaan atau investor yang akan meliriknya. Bahkan saya juga sebenarnya tertarik, tapi karena kecilnya lahan maka hanya menanam seadannya saja untuk keperluan obat,” ujarnya.

(*Ridel)