Bupati Sambut Kedatangan Tim Surveyor Akreditasi Puskesmas Kemenkes RI

0
47
Bupati Bolmong saat menyambut kedatangan tim surveyor Kemenkes RI di Restorant d'talaga. (Foto : Bagian TUP Humas & Protokoler/ES)

BOLMONG,DETOTABUAN.COM – Bupati Bolaang Mongondow Dra. Hj. Yasti Soepredjo Mokoagow didampingi Jajaran Dinas Kesehatan dan para Kepala Puskesmas yang ada di Kabupaten Bolmong, Kamis (06/12) tadi Malam, melakukan Pertemuan dengan Tim Surveyor Akreditasi Puskesmas Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI bertempat di Restourant D’Talaga.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati menyampaikan ucapan selamat datang kepada Tim Surveyor Akreditasi Puskesmas yang akan melaksanakan tugas selama 3 hari dalam rangka mengakreditasi atau melakukan penilaian keberadaan 3 Puskesmas yang ada di Bolmong diantaranya Puskesmas Imandi, Puskesmas Komangaan dan Puskesmas Poigar.

“Semoga kehadiran Tim Surveyor Akreditasi Puskesmas kali ini akan memberikan angin segar, motivasi serta dapat memberikan bimbingan bagi tenaga medis dan para medis yang ada di puskesmas untuk betul-betul meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” harap Bupati.

Bupati mengungkapkan, tahun lalu ada 3 puskesmas yang diakreditasi, bahkan Puskesmas Doloduo tahun 2018 ini memperoleh predikat puskesmas terbaik atas hasil akreditasi tahun 2017 lalu, sehingga bupati berharap Jajaran Puskesmas Doloduo dapat membagi ilmu dan pengalaman kepada 17 Puskesmas lain di Kabupaten Bolaang Mongondow.

“Oad akesempatan ini, saya mengimbau kepada Para Kepala Puskesmas dan jajarannya untuk melakukan perubahan pola pikir (mind set) dan jangan selalu terpaku dan berada di zona yang nyaman dan harus mampu keluar dari zona nyaman,” terangnya.

Bupati dan Tim Surveyor akreditasi Puskesmas Kemenkes RI Foto bersama. (Foto : Bagian TUP Humas dan Protokoler/ES)

Bupati juga mengingatkan kepada para Kepala Puskesmas agar jangan mau jadi kepala puskesmas kalau tidak mampu memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik kepada masyarakat, karena visi kita saat ini adalah Menuju Bolaang Mongondow Hebat termasuk hebat dalam bidang kesehatan.

“Kalau tidak mampu melayani dan bekerja dengan baik, akan melakukan mutasi kepada kepala puskesmas tersebut dan diganti dengan yang mampu dan mau bekerja dengan baik,” tegasnya.

Menurut Bupati, saat ini baru ada 6 (enam) Puskesmas Rawat Inap dinKabupaten Bolmong, sementara targetnya sebagai bupati selama 1 (satu) periode, yakni harus menjadikan sisa Puskesmas Rawat Jalan yang ada untuk ditingkatkan statusnya menjadi Puskesmas Rawat Inap.

“Kendala kita saat ini yaitu kekurangan tenaga dokter dan para medis, karena Kabupaten Bolaang Mongondow mempunyai jumlah penduduk terbesar dibanding dengan kabupaten/kota lainnya di Bolaang Mongondow Raya, sehingga saya berharap akan ada ketambahan lagi dokter dan tenaga medis untuk Peringkingan nanti dalam penerimaan CPNS,” ujarnya.

Pertemuan Bupati dan Tim Surveyor akreditadi Puskesmas Kemenkes RI yang dipimpin Bapak Putut Harijanto, SKM, M.Kes. (Foto : Bagian TUP Humas dan Protokoler/ES)

Di akhir sambutannya, Bupati berharap dari pelaksanaan akreditasi/penilaian puskesmas paling tidak memperoleh hasil akreditasi Tingkat Madya sekaligus mengingatkan kepada seluruh Kepala Puskesmas untuk terus mendampingi Tim Surveyor bukan hanya 3 (tiga) kepala puskesmas yang akan dinilai, tetapi seluruh puskesmas yang ada sehingga di tahun 2019 nanti puskesmas yang belum diakreditasi, telah mengetahui apa yang harus disiapkan sebelum tim surveyor melakukan akreditasi.

Sementara itu, Ketua Tim Surveyor Akreditasi Puskesmas Kementerian Kesehatan RI, Bapak Putut Harijanto, SKM, M.Kes dalam sambutannya mengapresiasi Bupati Bolaang Mongondow yang sangat peduli dan perhatian terhadap pembangunan kesehatan.

“Insylha Allah Tim Surveyor akan memenuhi apa yang menjadi harapan Bupati Bolaang Mongondow, karena salah satu kewajiban Tim Surveyor adalah harus bisa memberikan bimbingan dan nasehat kepada para kepala puskesmas dalam meningkatkan mutu dan kinerjanya, karena tugas kita disini bukan hanya menilai yang kurang tetapi harus memberikan solusi terhadap kekurangan-kekurangan yang ada, termasuk kelengkapan administrasi dan regulasi yang ada,” terangnya.

Putut Harijanto memberikan contoh kekurangan dari segi administrasi, dimana terdapat banyak Surat Keputusan (SK) yang tidak ditandatangani, tidak diberi tanggal atau tidak di bubuhi stempel (tidak di cap), dan hal ini kelihatannya sepele tetapi jika dilihat dari keabsahannya (legalitasnya) maka hal ini menjadi kekurangan tersendiri dan mempengaruhi hasil akreditasi nanti.

Di akhir sambutannya, Putut Harijanto menyampaikan ucapan terima kasih atas penyambutan dan fasilitas yang telah dan akan diberikan kepada Tim Surveyor, seraya berharap hasil dari akreditasi 3 Puskesmas nanti bukan hanya predikat tingkat madya, tetapi memperoleh predikat yang paripurna.

(**/Tio)