Bupati Bolmong Lepas Pawai Seni Ogoh-ogoh di Mopugad dan Werdhi Agung

0
522
Bupati Bolmong Dra. Hj Yasti Soepredjo Mokoagow menyampaikan sambutan diacara pelepasan pawai Seni Ogoh-ogoh (Foto : Humas & TUP Setda Bolmong)

ADBERTORIAL

Bupati Bolmong Dra. Hj. Yasti Soepredjo Mokoagow, Kamis (6/3) menghadiri pelepasan pawai seni Ogoh-ogoh dalam rangka Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1941, yang dilaksanakan di dua tempat berbeda, yakni di Desa Adat Mopugad Utara, Kecamatan Dumoga Utara dan di Desa Werdhi Agung, Kecamatan Dumoga Tengah, Kabupaten Bolmong.

Saat hadir di kegiatan tersebut, Bupati turut didampingi Dandim 1303 Bolmong, Letkol Infanteri Sigit Dwi Cahyono, Calon anggota DPD RI Dapil Sulut, Cherish Hariette, BA, MBA, sejumlah anggota DPRD Bolmong, Assiten Administrasi Umum Setda Kabupaten Bolmong Drs. Azhari Sugeha, serta Tim Kerja Humas dan Protokol Setda Kabupaten Bolmong.

Bupati dijemput secara adat oleh masyarakat Bali. (Foto : Humas & TUP Setda Bolmong)

Dalam sambutannya, Bupati mengatakan bahwa pawai Ogoh-ogoh merupakan tradisi luhur umat Hindu, yang merupakan kelanjutan dari upacara ‘Tawur Agung Kesanga’ yaitu suatu ritual untuk mewujudkan keseimbangan dan keharmonisan alam semesta.

“Ogoh-ogoh merupakan simbol dari sifat angkara murka, kesombongan dan serta perilaku buruk yang ada pada diri manusia, kemudian diwujudkan dalam bentuk ogoh-ogoh, untuk diarak keliling Desa kemudian dibakar, dengan maksud agar perilaku buruk dan negatif yang ada pada diri manusia, akan ikut terbakar habis bersama ogoh ogoh,” ujarnya.

Pelepasan Pawai ogoh ogoh oleh Bupati didampingi Dandim 1303 Bolmong.

Memang kata Bupati, sejak dulu kabupaten Bolmong terkenal dengan berbagai etnis, Budaya dan Agama, keberagaman itu juga semakin hari semakin meningkat, karena solidaritas dan toleransi yang tinggi antar sesama umat beragama. Namun, hal itulah yang menjadikan kekuatan dan kekayaan daerah ini.

“Karena itu, kita semua patut berbangga dan bersyukur atas suasana yang penuh dengan kepedulian dan toleransi ini, semoga keharmonisan ini dapat terus dipelihara, sehingga akan terwujud masyarakat kabupaten Bolmong yang damai dan sejahtera,” terang Bupati.

Pemukulan Gong pertanda dimulainya pawai seni ogoh ogoh.

Ia juga mengatakan, bahwa Umat Hindu di kabupaten Bolmong, telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari sejarah perjalanan kehidupan di daerah tercinta ini terutama dalam memberikan kontribusi membangun daerah ini.

“Untuk itu, bagi saudara saudaraku umat hindu dari Bali yang telah lama menetap di daerah ini, untuk jangan lagi menyebut diri sebagai orang bali, tapi harus menyebut diri orang bolaang mongondow yang berasal dari Provinsi Bali, karena kita semua adalah satu kesatuan masyarakat Bolmong yang sangat menjunjung tinggi moto leluhir kita,” ujar Bupati.

Masyarakat antusias menyaksikan pawai seni ogoh-ogoh.

Bupati berharap, umat Hindu yang ada di Bolmong, untuk dapat terus mempererat tali persaudaraan dan kerukunan diantara kita.

“Mari kita dukung dan sukseskan berbagai program pemerintah baik itu program dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, sehingga diakhir periode pemerintaham nanti, kita dapat mewujudkan bolmong yang Cerdas, Hebat dan Maju,” ajak Bupati.

Bupati Bolmong memberikan bantuan kepada pengurus PHDI Mopugad dan Werdhi Agung.

Sebelum mengakhiri sambutan, Bupati sempat memberikan usulan kepada umat hindu di dua wilayah ini, agar di tahun-tahun selanjutnya, bisa menggabungkan atau menyatukan Pelaksanaan Pawai Seni Ogoh-Ogoh agar lebih meriah.

“Misalkan tahun ini di Desa Werdhi Agung, maka tahun berikutnya di Desa Mopugad sehingga pelaksanaannya pun lebih meriah dan lebih banyak menghadirkan peserta dan pengujung sekaligus dapat dijadikan obyek wisata bagi warga di Kabupaten Bolaang Mongondow dan sekitarnya,” pungkas Bupati.

(ADVE/Tio)