Dinkes Kotamobagu Berupaya Tekan Angka Stunting

0
42

KOTAMOBAGU,DETOTABUAN.COM–Angka stunting atau gangguan pertumbuhan akibat kurangnya asupan gizi pada balita di Kota Kotamobagu terbilang cukup tinggi.

Berdasarkan data terakhir yang ada di Dinkes, angka stunting di Kotamobagu pada tahun 2017 lalu menyentuh angka 30,7 persen.

Untuk itulah Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat hingga kini terus berupaya menekan angka tersebut.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kotamobagu, Apek Daeng mengungkapkan pihaknya terus melakukan upaya dengan melakukan sosialisasi kepada Kepala puskesmas, petugas PKM (bidan, petugas gizi) , kader, Kades, lurah hingga masyarakat terkait pencegahan.

“Termasuk kita menekankan Ibu Hamil pentingnya pemberian asupan Asi eklusif terhadap anak,” kata Apek kepada Detotabuan.com Rabu (13/05).

Dikatakan Apek penyebab Stunting ini dikarenakan faktor lingkungan dan perilaku sadar bersih pada ibu hamil.

” Juga kondisi lingkungan yang tidak bersih, sehingga menimbukan penyakit yang menyebabkan gizi ibu hamil menjadi tidak baik dan berpengaruh kepada bayi yang dikandungnya, selain itu penyediaan air bersih dan jamban keluarga.” terangnya

Apek berharap melalui sosialisasi yang digalakan oleh pihaknya, mudah mudahan informasi yang disampaikan kepada masyarakat luas bisa di Implementasikan di lapangan.

” Sehingga angka stunting pada balita di wilayah Kotamobagu bisa turun atau dapat dicegah. dengan begitu generasi yang akan datang bisa lebih produktif, cerdas, sehat dan status gizi lebih baik,” tuturnya

(Ridel)