Gorengan Nitizen OTT-nya Romahurmuziy ; Apakah Berdampak Terhadap Electoral PPP dalam Pemilu Pileg-Pilpres?

0
73

By : Mochamad Firasat Mokodompit, SE (Politisi).

Innalillahi waa Innalillahi rojiun….
Hanya itu yg bisa diungkap Nitizen saat tereksposenya pada jam 09.00 wib hari ini 15 Maret 2019 di salah satu hotel mewah di Surabaya KPK lakukan OTT terhadap Romahurmuziy bersama 4 orang yang patut diduga lakukan Gratifikasi Pengisian jabatan di Kementrian Agama. 24 jam kdpn KPK akan menetapkan Statusnya terhadap 5 orang tersebut.

Saya menghindari tidak masuk di wilayah partai PPP , karena menghindari berbagai tafsir yang dapat menyinnggung berbagai pihak karena masuk di dapurnya orang lain. Namun berbagai peryanyaan Nitizen tentu perlu dijawab, apalagi TV One, Metro TV dan Kompas TV, secara lugas mengungkapkan kasus OTT ini.

Apakah dengan OTT yang dilakukan terhadap Romahurmuziy Ketua Umum PPP miliki Electoral Impact pada Pemilu, Pileg dan Pilpres 2019 ini?

Pertama : Kita menunggu status Rommy. Seperti apa, apakah yang bersangkutan Aktor, Ketiban sial atau hanya sebagai perantara dalam kasus OTT ini.

Kedua : Electoral Impact dipastikan akan terjadi baik dalam kapasitas dalam Tim KTN Pilpres maupun dalam kapasitas nya sebagai Ketua Umum PPP.

Ketiga ; Pukulan berat bagi Internal PPP, saat hadapi Pileg tinggal menghitung 33 hari lagi, dimana semua Energy partai maupun Caleg sedang berupaya meraup suara agar terpilih sebagai anggota DPR RI maupun DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota, justru musibah ini terjadi.

Musibah memang tak bisa diduga dan di prakirakan, siapa tidak kenal Rommy, dalam beberapa kali spot Prime Time Metro TV selalu nampak betapa kedekatan beliau dengan Presiden Jokowi yang sedang makan bersama di istana, dan beberapa kali dalam agenda partai PPP beliau dampingi Presiden.

Semua nirizen tak percaya, hingga tokoh nasional Mahfud MD pun ikut bicara walau dalam konteks lain, dimana sebelumnya Prof. Mahfud sempat ketemu Rommy di hotel Dharmawangsa Kebayoran dan mengingatkan bahwa Rommy ada catatan di KPK agar berhati hati kata Prof Mahfud.

Namun OTT benar terjadi, dan salah satu dari 5 orang yang di tangkap itu justru Rommy sang Ketum.

Tidak mudah bagi para caleg menerima Realitas ini, karena dalam sebulan kedepan GORENGAN OTT akan menjadi santapan lezat para nitizen dan para Stakeholders Media/Para wartawan.

Semua sisi investigasi dipastikan terangkat, dan hal yang dinantikan Nitizen adalah penetapan status Rommy dkk malam ini hingga besok pagi.

Saat partai golkar mengalami hal sama 2016, Setya Novanto Ketum PG ditetapkan tersangka dan 2017 ditahan KPK, Golkar butuh 1 tahun untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap Golkar hingga munas dilakukan dan Hartarto terpilih sebagai Ketum PG. kasus PPP agak riskan pemilu tinggal 33 hari apakah mampu mengubah Image skaligus Pengurus Pusat lakukan Konsolidasi dan Rehabilitas terhadap berbagai stigma buruk.??

Tidak semudah membalikkan tangan, namun Pengurus dan Caleg harus ubah strategi hadapi kasus ini, yang menurut Wapres JK berdampak terhadap PPP dan KTN. Beban berat namun harus dihadapi, karna Musibah ini dipastikan sangat berpengaruh pada Electoral PPP tuk eksis dan mendapat dukungan rakyat.

Jika para Kiyai yang berada di PPP dan Pengurus DPP tanggap dan segera lakukan Konsolidasi bahwa kasus ini adalah masalah pribadi Rommy, maka bisa saja tidak terjadi Keterpurukan Electoral terhadap PPP secara Organisatoris, namun bisa juga dikatakan Spirit para caleg PPP akan menurun drastis manakala kasus ini menetapkan Rommy sebagai Tersangka.

Tak berprasangka buruk terhadap musibah ini, namun sangat sulit bagi Kader dan Caleg menghilangkan Image Gratifikasi manakala Rommy ditetapkan Tersangka, apalagi secara benderang KPK ungkap musabab terjadinya OTT.

Namun kita tak perlu dulu Berprasangka, karna kita harus kedepankan AZAS PRADUGA TAK BERSALAH, dan Nitizen harus cerdas sikapi masalah ini, kita jangan terjebak dalam eforia Prasangka yang justru rugikan kita semua.

Biarlah para Pengurus, Kader, Caleg PPP berdinamika tuk lepaskan STIGMA OTT, karna kejadian ini merupakan KESIALAN yang tidak menutup kemungkinan bisa terjadi di partai lain. Dan memang membutuhkan waktu lakukan Konsolidasi dan Rehabilitasi keberadaan PPP. Semoga ada hikmahnya dan Kader Partai segera lakukan langkah kongkrit kembalikan Kredibilitas PPP ini…

#Bolaang Mongondow, 15.03.2019.