Yasti Klarifikasi Issu yang Menyebut Dirinya Siap Menangkan PDIP, Berikut Petikan Wawancaranya

0
972
Yasti saat menghadiri konsolidasi Partai Nasdem

BOLMONG,DETOTABUAN.COM – Jelang kurang lebih 30 hari pemilu, situasi dan dinamika politik di Sulawesi Utara khususnya Bolaang Mongondow Raya semakin meninggi. Partai politik peserta pemilu dan kadernya gencar melakukan konsolidasi untuk memanaskan semangat juang para kadernya guna memenangkan pemilihan umum.

Seperti yang dilakukan oleh Partai Demokrasi Indoensia Perjuangan (PDIP). Disela – sela kunjungan kerja sebagai Gubernur, Ketua PDIP Sulut, Olly Dondokambey, SE menyempatkan dirinya hadir dalam kegiatan Rapat Koordinasi Partai dalam rangka konsolidasi pemilihan legislative dan pemilihan presiden.

Rapat kordinasi tersebut juga tampak hadir Bupati Bolaang Mongondow Dra.Hj. Yasti Soepredjo Mokoagow mendampingi Ketua PDIP Sulut, Olly Dondokambey.

Menariknya, Bupati Bolmong, Dra.Hj. Yasti Soepredjo Mokoagow yang juga adalah Anggota Dewan Pertimbangan Partai Nasdem memberi sambutan diacara tersebut. Sempat tersebar status di media sosial dan pemberitaan media yang sedikit kontroversial. “Yasti akan total menangkan PDIP di BMR”.

Atas dasar pemberitaan tersebut, wartawan melakukan wawancara dan konfirmasi langsung dengan Dra.Hj.Yasti Soepredjo Mokoagow. Berikut petikan wawancaranya.

Berikut petikan wawancara tersebut :

Wartawan : Selamat sore ibu Bupati, beberapa kader PDIP sempat memposting status di media sosial terkait dengan pernyataan ibu bupati di acara tersebut. Dan postingan tersebut intinya, ibu siap memenangkan PDIP di BMR? Tanggapan ibu?

Yasti : Tidak benar, dan orang tersebut tidak mengerti dan memahami kehadiran saya di acara tersebut. Saya sesali wartawan yang menulis berita ini tidak melakukan check and balances dan pasti sumber informasinya tidak akurat dan jelas. Paling tidak kan wartawan tersebut harus konfirmasi ke  saya. Tapi ini kan tidak. 

Wartawan : Jelasnya bagaimana bu?

Yasti : Jadi gini ya. Pertama, saya ini Bupati yang secara otomatis karena jabatan saya, saya adalah pembina politik di daerah. Kehadiran saya di acara tersebut sebagai pembina politik  harus  adil dan bertanggungjawab secara moral mendorong kegiata-kegiatan partai politik. Tentu untuk kehidupan demokrasi kita yang lebih sehat. Karena pilar demokrasi keterwakilan kita adalah pada partai politik.  Kedua, saya juga adalah Kader Nasdem, Anggota Dewan Pertimbangan (Wantim) DPP Nasdem, yang berkewajiban dan di beri mandat oleh partai untuk memenangkan Nasdem. Ketiga, yang hadir di acara tersebut adalah Gubernur Sulawesi Utara, dalam posisi saya sebagai Bupati, beliau adalah atasan saya yang kebetulan juga adalah Ketua PDIP Sulut. Jadi kehadiran saya disitu, bukanlah hal yang luar biasa dan terjadi di semua tempat. Keempat, ada Agenda gubernur di BMR pada beberapa tempat , salah satunya di Bolmong Timur desa Guaan . Tentu saya tidak berkepentingan hadir di situ, sebagai Bupati Bolmong, saya berkewajiban mendampingi beliau di wilayah yang  saya pimpin yakni peletakan batu pertama menara Gereja Abraham dan peresmian Gereja Eklesia di Desa Pangian, Peresmian Gereja Desa Siniyung dan penyerahan bantuan santunan korban longsor Bakan dari pemprov Sulut. Nah, malam sebelum agenda kerja Gubernur di Bolmong, saya menjemput dan berkoordinasi dengan Pak Gubernur di Hotel Sutan Raja, tidak disangka diajak Pak Gubernur masuk kedalam ruang rapat koordinasi PDIP yang pelaksaannya bertepan di Hotel Sutan Raja juga. 

Wartawan : Jadi benar, kemudian ibu memberikan sambutan di acara tersebut?

Yasti : Iya, benar!  Saya memberi sambutan atas permintaan pak Gubernur selaku Bupati terpilih periode 2017 – 2022 yang di usung oleh PDIP, PKB, PKS termasuk Nasdem. Sebelumnya saya menyampaikan di depan forum rakor seharusnya karena ini wilayah Kota Kotamobagu sewajarnya yang memberikan sambutan adalah Wakil Walikota terpilih yang juga sebagai Kader PDIP Kota Kotamobagu akan tetapi karena permintaan Gubernur maka saya menyanggupinya.  Sebagai Bupati serta politisi saya harus menjaga komitmen dan integritas termasuk menjaga dan merawat komunikasi dengan partai lain, saya tidak boleh sama seperti politisi lain, “politisi lupa kacang akan kulitnya”. Saya selalu mengingat kerja – kerja dan dukungan PDIP kepada saya, termasuk ke partai lain yang mengusung saya. Dalam sambutan, saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Gubernur yang meminta saya untuk menjadi calon Bupati dan kepada PDIP sebagai salah satu Partai pengusung pada Pilkada BolMong lalu.

Wartawan : Bagaimana dengan dugaan pernyataan ibu di acara tersebut yang menyatakan akan memenangkan PDIP secara total sebagaimana yang beredar di media sosial?

Yasti : Pernyataan itu di plintir atau sengaja dibelokan maklumlah momentum politik semua bisa diasumsikan untuk kepentingan tertentu.  Pernyataan saya ditujukan kepada Champion – Champion PDIP yang bertarung di Pemilihan legislatif yang tentu tidak bisa saya sebutkan siapa Champion – Champion dimaksud, hal ini sudah saya tanyakan kepada Ketua DPC PDI Pak Yanni pada saat Penetapan DCT beberapa waktu lalu. Kenapa penting saya sampaikan, perlu diingat – jika diibaratkan dalam permainan kartu remi kami Pak Gubernur dan saya adalah Joker Joker untuk pelengkap , namun untuk memenangkan permaian atau meraih suara signifikan setiap kader harus mempunyai kartu dasar, yakni selaku kader harus memiliki konstituennya sendiri yang kuat dengan cara bersosialisasi, menyampaikan program kerja pada akar rumput. Percuma meskipun memiliki kartu Joker namun tidak memiliki dasar yaa, sangat mustahil para champion-champion bisa meraih kemenangan. Sesuatu yang mustahil juga jika semua kursi DPR RI /Prov/Kab/Kota semuanya bisa direbut oleh PDIP demikian pula Nasdem. Ingat saya dengan pak Olly hanya Joker atau sebagai pelengkap saja. Disamping itu, saya sebagai kader Partai Nasdem berkewajiban bisa mendapatkan kursi yang signifikan untuk Partai Nasdem, memang dari banyak Poling secara Nasional PDIP akan memenangkan Pileg ini. 

Wartawan : Jadi intinya pernyataan itu tidak benar?

Yasti : iya, dan keliru lalu digoreng kesana kemari oleh kelompok yang memang mungkin tidak senang saya masuk di Nasdem. Sekali lagi, saya ini adalah kader Nasdem. Memang beberapa waktu lalu, saya sempat ditawarkan menjadi kader PDIP dan oleh Pak Yanni legowo untuk saya gantikan sebagai ketua DPC PDIP Boloaang Mongondow namun karena pertimbangan beberapa hal, tawaran itu belum bisa saya terima. Saya kalau sudah masuk partai, totalitasnya tanpa batas. Pengabdian dan perjuangan politik saya melalui partai Nasdem.

Wartawan : Jadi intinya, Ibu akan berjuang memenangkan Nasdem di BMR?

Yasti :  Ooh iya, itu pasti. Bukan hanya di Bolmong, tapi di Bolaang Mongondow Raya. Saya bertekad, lima kabupaten/kota yang di BMR Nasdem adalah pemenang pemilu untuk kabupaten/kota. Di provinsi, Nasdem berjuang, meraih 4 Kursi dari dapil BMR, dan DPR RI dua kursi, dan satu kursi tersebut adalah kader Nasdem dari BMR. Itu tekad saya. 

Wartawan : Terakhir bu, untuk pilpres pandangan ibu?

Yasti: Nah ini, sebagai kader Nasdem, tentu saya dan seluruh kader partai pengusung berupaya untuk memenangkan agar Jokowi Amin menang di Sulut lebih khususnya di BMR. PDIP dan Nasdem, tentu tanpa mengesampingkan peran partai pengusung lain dalam kontestasi Pilpres ini, mempunyai visi yang sama seiring sejalan memenangkan pasangan Jokowi Amin. Dan ini telah menjadi komitmen kami bersama.

Wartawan : Strateginya bagaimana bu? 

Yasti : Ya..ada dong, masa strategi mau disampaikan ke kalian. Nanti pihak lawan mengetahui jadi ketahuan strategi kita.  Sudah ya, Terima kasih

Wartawan : Makasih bu, atas waktunya.