Ribuan Umat Kristiani di Sulut Hadiri Ibadah Raya Pra Paskah dan Festival The H2M

0
284
Bupati Bolsel Iskandar Kamaru saat menyampaikan sambutan di Ibadah Raya, Pra Natal dan Festifal The Heavenly Holy Movement Rabu (10/4) tadi.

BOLSEL-DETOTABUAN.COM – Pemerintah Kabupaten Bolsel sukses menggelar Ibadah Raya Pra Paskah yang dirangkaikan dengan Festival The Heavenly Holy Movement (H2M) Via Dolorosa, dalam rangka menyambut Paskah Tahun 2019.

Kegiatan yang dilaksanakan di Taman Religi depan Gereja Oikumene Bukit Hermon Kompleks Perkantoran Panango, Kecamatan Bolaang Uki, Rabu (10/4) tadi, dihadiri oleh ribuan Umat Kristiani yang ada di Sulawesi Utara.

Tokoh Toleransi, Sulut, Hi. Herson Mayulu saat memberikan sambutan.

Bupati Bolsel Iskandar Kamaru SPt dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan sebagai salah satu implementasi visi religius yang ditetapkan pemerintah definitif sejak tahun 2010 yang dipimpin oleh Hi. Herson Mayulu, SIP sebagai Bupati pertama pilihan rakyat.

“Visi religius ini terus dikembangkan sampai dengan kepemimpinan periode kedua, bersama saya sebagai wakil Bupati,” terang Kamaru.

Menurutnya, Fondasi yang ditetapkan oleh Hi. Herson Mayulu, SIP sangat diharapkan akan menjadi roll model toleransi umat beragama di Kabupaten Bolsel, Sulawesi Utara, bahkan di NKRI ini.

“Kegiatan ini merupakan yang kedua kalinya dan akan terus dilaksanakan karena sudah menjadi agenda tetap pemerintah Kabupaten Bolsel. Ini juga merupakan usaha dan upaya kami semua, dalam mewujudkan Kabupaten Bolsel sebagai laboratorium antar umat beragama di Sulut,” terangnya.

Tahun 2018 lalu, Bolsel bahkan dipilih sebagai salah satu kabupaten di Indonesia oleh persatuan Gereja Indonesia (PGI), pada perayaan Paskah tingkat nasional yang diselenggarakan di Medan, Sumatera Utara.

Hal ini sekaligus menunjukkan, bahwa toleransi dan pluralisme benar-benar diwujud-nyatakan di Kabupaten Bolsel, meski 93 persen penduduknya beragama Muslim.

“Banyak hal yang sudah kita ciptakan dalam rangka mewujudkan harmonisasi antar umat beragama, antara lain pembangunan tempat-tempat ibadah seperti Masjid, Gereja dan Pure di kompleks perkantoran Panango,” ujarnya.

Tak hanya itu, Pemkab Bolsel juga memberikan honor dan fasilitas kepada semua petugas agama. Selain itu ada juga program PISB, dimana semua pemeluk umat beragama beribadah sesuai ajaran dan tempat ibadahnya masing masing.

Dalam suasana syukur dan penuh sukacita itu, Kamaru meminta umat Kristiani, untuk bersama-sama mensukseskan pesta demokrasi yang akan dilaksanakan 17 April 2019 mendatang.

“Jangan mudah terprovokasi, tidak membenci, tidak menyebarkan berita bohong hanya karena berbeda pilihan, suku, budaya, agama dan ideologi. Mari bersama semua elemen anak bangsa kita wujudkan Pemilu yang demokratis, jadilah pemilih yang cerdas untuk kepentingan daerah dan negara,” harapnya.

Sebelum mengakhiri sambutan, ia mengajak kita semua untuk meneladani sosok Datu’ Umbanua, Hi. Herson Mayulu SIP, yang telah dikukuhkan dan telah diteguhkan sebagai tokoh toleransi kerukunan umat beragama di Sulut oleh jajaran pimpinan Gereja dan lintas denominasi, serta dinobatkan sebagai tokoh inovatif 2018 oleh Koran Sindo.

“Anugerah ini adalah bukti sebuah pengakuan kepada beliau sebagai tokoh inovasi dibidang kebudayaan, atas upaya beliau memajukan nilai nilai religius bagi seluruh lapisan masyarakat yang ada di Bolsel,” pungkasnya.

Sementara itu, mantan Bupati Bolsel 2 (Dua) Periode yang juga Tokoh Toleransi Sulawesi Utara Hi Herson Mayulu SIP, memberikan apresiasi kepada Pemkab Bolsel atas digelarnya kegiatan ini.

Menurutnya, Paskah adalah momentum untuk mengingatkan kita kembali akan Tuhan.

“Paskah adalah terminal bagi kita untuk melakukan introspeksi dan untuk kembali kepada tuhan, apakah masih ada Tuhan di diri kita atau tidak, kalau masih ada maka kita harus menjalankan perintah Tuhan, begitu banyak perintah Tuhan termasuk menjaga tali persaudaraan,” terangnya.

Ia juga mengajak semua yang hadir, untuk terus perkokoh silaturahmi antar umat beragama.

“Jangan jadikan perbedaan ini sebagai jurang pemisah, namun menjadi perekat bagi kita semua, Karena torang samua adalah ciptaan tuhan,” pungkasnya.

Diketahui, kegiatan tersebut turut dihadiri Gubernur Sulut, yang diwakili Kadis Perkebunan Provinsi Refly Ngantung SP, unsur Forkopimda, Sekda Bolsel Marzansius Arfan Ohy, anggota DPRD Bolsel, jajaran pejabat Tinggi Pratama, FKUB, Jajaran Pengurus Sinode GMIBM serta Konfersus Pemuda Sinode GMIBM yang ada di Sulut.

(Tr-02/Tio)

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.