Yanny Kaitkan Sumpah Palapa dengan Harkitnas

0
117

BOLMONG,DETOTABUAN.COM – Wakil Bupati (Wabup) Bolmong Yanny R Tuuk bicara tentang naskah Sumpah Palapa yang dikemukakan Gajah Mada pada upacara pengangkatannya menjadi Patih Amangkubhumi Majapahit, tahun 1258 Saka atau 1336 Masehi.

Dalam kitab itu tertulis, “sira gajah madapatih amangkubhumi tan ayun amuktia palapa, sira gajah mada: lamun huwus kalah nusantara isun amukti palapa, lamun kalah ring gurun, ring seran, tañjung pura, ring haru, ring pahang, dompo, ring bali, sunda, palembang, tumasik, samana isun amukti palapa”.

Hal ini diungkapkannya saat menjadi inspektur upacara dalam peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-111 dirangkai dengan Hari Kearsipan Nasional ke-48 tahun 2019, di lapangan Kantor Bupati Bolmong di Lolak, Senin (20/5).

Menurut Yanny, yang disesuaikan dengan sambutan Menkominfo, umumnya para ahli sepakat bahwa amukti palapa berarti sesuatu yang berkaitan dengan kesenangan diri sang Mahapatih Gajah Mada. “Artinya, ia tak akan menghentikan mati raga atau puasanya sebelum mempersatukan nusantara,” tegasnya.

Dia menambahkan, Sumpah Palapa tersebut merupakan embrio paling kuat bagi janin persatuan Indonesia. “Wilayah nusantara yang disatukan oleh gajah mada telah menjadi acuan bagi perjuangan berat para pahlawan nasional kita, untuk mengikat wilayah Indonesia seperti yang secara de jure, terwujud dalam negara Indonesia saat ini,” ucapnya.

Untuk itu kata dia, peringatan Harkitnas kali ini, sangat relevan jika dimaknai dengan teks Sumpah Palapa tersebut. “kita berada dalam situasi pasca-pesta demokrasi yang menguras energi dan emosi sebagian besar masyarakat kita. Oleh sebab itu, tak ada maslahatnya jika dipertajam dan justru mengoyak persatuan sosial kita,” jelasnya.

Yanny juga berkata, telah lebih satu abad kita menorehkan catatan penghormatan dan penghargaan atas kemajemukan bangsa, yang ditandai dengan berdirinya organisasi Boedi Oetomo.

“Dalam kondisi kemajemukan bahasa, suku, agama, kebudayaan, di tambah bentang geografis yang merupakan salah satu yang paling ekstrem di dunia, kita membuktikan bahwa mampu menjaga persatuan sampai detik ini,” akunya.

Oleh sebab itu tambah Yanny, tak diragukan lagi, masyarakat pasti akan mampu kembali bersatu dari kerenggangan perbedaan pendapat, dari keterbelahan sosial, dengan memikirkan kepentingan yang lebih luas bagi anak cucu bangsa ini, yaitu persatuan Indonesia.

(Ind)