Belum Terima Tawaran Olly, Yasti: Jika Ingin Posisi Wagub, Warga BMR Harus Satu Suara

0
506
Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow. (Foto: Indra S. S. Ketangrejo)

BOLMONG,DETOTABUAN.COM— Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 telah usai. Namun, suhu politik di Sulawesi utara (Sulut) tampaknya masih terus berkesinambungan.

Masyarakat Sulut akan diperhadapkan dengan pesta demokrasi yang terbilang tak lama lagi. Ya, Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Sulut, serta sejumlah kepala daerah diketahui, akan digelar tahun 2020 mendatang.

Berbagai isu tengah ramai diperbincangkan untuk keterwakilan kader dari Bolaang Mongondow Raya (BMR), yang dinilai pantas mengusung kader terbaik untuk menduduki posisi Wakil Gubernur Sulut.

Sejumlah figur yang diunggulkan masyarakat BMR mulai bermunculan, seperti Tatong Bara politisi Nasdem yang saat ini sebagai Walikota Kotamobagu, Sehan Salim Landjar Ketua DPW PAN juga sebagai Bupati Bolaang Mongondow Timur, dan Djelantik Mokodompit Ketua DPD Golkar Kota Kotamobagu, juga sebagai Wakil Ketua DPRD Kotamobagu.

Tak hanya itu, nama Yasti Soepredjo Mokoagow Bolmong politisi Nasdem yang saat ini menjabat Bupati Bolmong, dan Yanny R Tuuk Ketua DPC PDIP Bolmong yang saat ini menjabat sebagai Wakil Bupati Bolmong, terus diperbincangan masyarakat BMR.

Terkait hal itu, Yasti Soepredjo Mokoagow,  mengaku bahwa dirinya masih akan fokus untuk Kabupaten Bolmong. Namun kata dia, ia mendukung penuh jika ada Politisi asal BMR yang akan maju pada Pilgub mendatang.

Disisi lain, ia mengungkapkan bahwa belum lama ini dirinya sudah ditawarkan oleh Politisi Sulut Olly Dondokambey yang saat ini masih menjabat sebagai Gubernur Sulut, untuk ikut mencalonkan diri sebagai bakal calon Wakil Gubernur Sulut.

“Sungguh-sungguh saya sampaikan terima kasih atas kepercayaannya. Saya masih ingin fokus di Bolmong,” ucap Yasti disela-sela sambutannya dalam acara Halal Bihalal Pemkab Bolmong, di Desa Maelang Kecamatan Sangtbolang, Rabu (19/7).

Dia menambahkan, bagi warga yang ingin ada wakil gubernur sulut asal Bolmong, mari sama-sama bersatu. “Kalau masyarakat satu suara, bisa berjuang untuk memenangkan itu. Yang pasti hanya satu saja yang didukung,” kata Yasti. (Ind)