Uang Pembinaan 02SN Dikeluhkan Tak Cair, Disdik Janji Pekan Depan Diserahkan ke Pemenang

0
162
(Foto: Istimewa)

BOLMONG,DETOTABUAN.COM— Pelaksanaan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Kabupaten Bolmong tuai polemik.

Hingga saat ini, hadiah berupa uang pembinaan bagi para juara, yang diserahkan, usai upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), 2 Mei 2019 lalu, belum tuntas.

“Katanya hadiah uang pembinaan bagi juara satu sebesar 500 ribu dan uang pengganti transport masing-masing 65 ribu nanti diserahkan setelah selesai kegiatan di provinsi. Karena dananya masih akan diproses setelah semua rangkaian kegiatan O2SN mulai dari tingkat kabupaten hingga provinsi selesai,” beber sumber yang enggan namanya ditulis.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan (Disdik) Bolmong, Rifai Mokoagow menjelaskan, pihaknya sudah mengecek ke PPTK Eva Tangahu, dan dokumenya sedang dalam proses. “Insya Allah minggu depan akan diterima oleh para siswa pemenang,” jelasnya.

Terkait besaran hadiah bagi para pemenang O2SN tingkat kabupaten, dananya akan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah, belum bisa sirinci. “Jadi, uang pembinaan ini tidak terlalu besar. Mudah-mudahan ini dapat menambah spirit anak-anak kita dalam berpretasi sesuai dengan minat dan bakatnya masing-masing,” harapnya.

Sementara kata dia, untuk uang pengganti transport itu setelah dihubungi ke PPTK, sudah diselesaikan. “Uang pengganti transportnya sudah diberikan langsung dan disesuaikan dengan perjalanan Manado Bolmong. Tinggal anggaran hadiahnya yang sementara dalam proses, Kepala Dinas Renty Mokoginta, juga langsung perintahkan ke PPTK untuk mempercepat proses ini,” jelasnya.

Di sisi lain, Cyntia Laurens, orang tua dari salah satu atlet yang diutus ke Provinsi menilai, Dinas Pendidikan selaku penyelenggara lalai dalam mengurus pertanggungjawaban kegiatan.

Menurut Cyntia, kegiatan O2SN itu dilaksanakan April yang notabene sudah masuk triwulan II. “Lalu mau tunggu apalagi?. Harusnya kalau ada kegiatan seperti itu, sebelum pelaksanaan, pihak dinas selaku pelaksana kegiatan bisa mengajukan dana tambahan uang (TU) ke Badan Keuangan Daerah,” tutur Cyntia, via pesan aplikasi Messenger.

Labih lanjut, orang tua dari salah satu atlet cabang olah raga pencak silat putra, Rio Febrianto Nugroho, utusan dari SDN 2 Kopandakan II itu menyebutkan, kalaupun tidak sempat mengajukan dana TU, maka selesai kegiatan, dananya bisa langsung diminta secara langsung (LS) tanpa harus menunggu kegiatan lain yang belum dilaksanakan.

“Di tempat saya bekerja juga ada kegiatan serupa (lomba). Dan  cara pengurusannya sperti itu. Saya sendiri termasuk pengelolahnya. Tapi, mugkin mereka punya cara yang beda dalam mengurus dana kegiatan,” sentil Cyntia Laurens yang juga berprofesi sebagai ASN di lingkup Pemkab Bolmong. (Ind)