Di Launching Bupati, Bolsel Daerah Pertama di Sulut yang Terapkan Aplikasi Kasda Online Dana BOS

0
29

BOLSEL,DETOTABUAN.COM – Bertempat Di Hotel Quality Manado, Bupati Hi Iskandar Kamaru bersama wakilnya Deddy Abdul Hamid membuka bimbingan teknis penerapan Kasda Online dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sekaligus melaunching aplikasinya, Jumat (9/4) pekan lalu.

Kegiatan yang digelar selama 2 hari ini turut dihadiri oleh Direktur Utama Bank SulutGo Revino Pepa bersama komisaris Buchari Mokoagow, Pimpinan cabang BSG Molibagu Junikesumawati Paputungan, Ketua DPRD Arifin Olii, Ketua Komisi II Zulkarnain Kamaru, Sekda Marzanzius Arvan Ohy, para asisten, Kepala LPMP Provinsi, pimpinan OPD, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Bolmong, Sekretaris Disdik Bolmut, dan peserta Bimtek yang terdiri dari Kepala Sekolah SD-SMP se-Bolmong Selatan.

Kepala Dinas Pendidikan Bolsel Rante Hattani dalam laporannya menyampaikan, launching aplikasi kasda online dana BOS ini merupakan bentuk tindak lanjut penerapan transaksi non tunai.

Sasaran kegiatan adalah seluruh Kepala Sekolah SD dan SMP yang terdiri dari Kepsek SD 69 orang dan SMP 21 orang.

Pada kesempatan itu, Rante memaparkan kondisi dana BOS Bolsel untuk SD dan SMP tahun 2020 sumber dana ada BOS Reguler, BOS afirmasi, dan BOS kinerja kurang lebih Rp 14, 5 Miliar.

“Untuk 2021, BOS reguler berjumlah sepuluh miliar empat ratus dua puluh delapan juta lima ratus lima puluh ribu. Sementara untuk BOS afirmasi dan kinerja nanti pada triwulan 3, menunggu SK dari Mentri pendidikan. Dana tersebut untuk operasional non personalia yang terdiri dari 6.655 siswa SD dan 3.146 SMP total keseluruhan siswa 9801.”

“Untuk hitungannya, Alhamdulillah tahun ini ada kenaikan. Yakni untuk SD sembilan ratus delapan puluh ribu rupiah per siswa per tahun, sedangkan SMP satu juta dua ratus empat puluh ribu per tahun. Perlu dilaporkan, untuk kenaikan ini setiap daerah itu berbeda karena disesuaikan dengan IKK Kabupaten dan indeks siswa per kabupaten,” tambah Rante.

Lanjutnya, penerapan aplikasi kasda online dana BOS ini, Bolsel merupakan daerah pertama di Sulut bahkan Indonesia yang pertama menerapkan transaksi non tunai dana BOS secara full.

“Ada beberapa daerah yang sudah menggunakan aplikasi yang sama namun mereka masih menggunakan kartu. Penggunaan aplikasi dengan 3 metode yakni ceker, meker, dan approval, Bolsel merupakan daerah pertama di Indonesia. Hal ini diapresiasi Kementrian Pendidikan,” tutup Rante sembari meminta kesedian pak bupati untuk melaunching sekaligus membuka bimtek kasda online Dana BOS berbasis non tunai.

Direktur utama BSG Revino Pepah, mengapresiasi pemda Bolsel atas terobosan yang telah dilakukan. Hal ini merupakan upaya pemda Bolsel dalam mendukung program Nasional, gerakan non tunai (GNT).

“Patut diapresiasi karena di Sulut, Pemkab Bolsel yang pertama menerapkan aplikasi kasda online dana BOS. Bahkan Indonesia. Memang sudah ada beberapa daerah juga yang menerapkan aplikasi kasda online dana BOS namun mereka masih menggunakan kartu seperti kartu ATM, kalau di Bolsel sudah tidak lagi, jadi untuk aplikasi ini Bolsel adalah pelopor. Terima kasih kepada pak bupati dan seluruh jajarannya atas kerja sama yang tetap terjalin baik hingga saat ini,” ucapnya.

Ditempat yang sama, Bupati Bolsel Hi. Iskandar Kamaru, SPt dalam sambutannya mengatakan, penerapan aplikasi kasda online dana BOS ini selain untuk mendukung program GNT juga bertujuan untuk meminimalisir terjadinya penyalahgunaan anggaran oleh oknum-oknum tertentu, serta menghindari kekeliruan dalam penatausahaan dana BOS. Lewat aplikasi berbasis online ini penggunaan dana BOS diseluruh sekolah akan lebih terarah lagi.

“Ketika ada pemeriksaan tidak lagi repot, karena semua transaksi dilakukan secara online. Terima kasih kepada Bank SulutGo atas kerjasamanya. Kepada seluruh peserta Bimtek, diharapkan dapat mengikuti kegiatan ini sebaik mungkin supaya dapat dipahami bagaimana penggunaan aplikasi kasda online dana BOS ini,” kata bupati menutup sambutannya sembari melaunching aplikasi kasda online Dana BOS.

Diketahui, pemateri pada bimtek tersebut terdiri dari tim Bank SulutGo, BPKAD Bolsel, dan LPMP Provinsi mewakili Kementrian pendidikan. (Adve/Tio)