UMKM-IKM Minut Bergerak Naik Kelas, Ketua Perhimpunan : Kita Terus Berbenah

0
116

MINUT,DETOTABUAN.COM – Bupati Minahasa Utara (Minut), Joune Ganda memastikan, dalam waktu dekat akan melantik Pengurus perhimpunan UMKM/IKM Minut yang dikomandoi Meinio Sumendap.

Hal ini dikatakan Bupati, saat menerima kedatangan Staf Khusus (Stafsus) Gubernur Bidang UMKM/IKM, Mochamad Firasat Mokodompit, SE didampingi Pembina Daniel Pesik, Koordinator ODSK Sapa UMKM/IKM Sulut Yvonne Tukunang para pelaku usaha Santje Ponto, Lienda Rumimper dan kawan kawan, di Kantor Bupati Minut, Jumat (16/04/2021) kemarin.

Kunjungan Pembinaan Stafsus bersama Tim di 6 titik Pelaku Usaha di Minut, skaligus On The Spot dapur Processing pengelolaan makanan kemasan, yang mendapat respons luar biasa dari pelaku usaha yang memang sudah dipersiapkan untuk mengisi peluang usaha pada KEK Pariwisata Likupang.

“KEK LIKUPANG bagi kami adalah peluang pasar,” ujar Rita Singen pelaku UMKM “OISHII” Nugget kemasan dari Ikan Tuna, Ayam, Tahu dan cakalang berproduksi sejak awal Tahun 2021.

Sementara itu, Ketua Perhimpunan UMKM/IKM Minut Meinio Sumendap yang memproduksi berbagai Makanan kemasan berlabel NIO’S produksi TORE-TORE cakalang, Nike, Abon, Sambal Roa dan berbagai Produk kemasan yang telah miliki Merk Dagang BPPOM dan sertifikasi Halal MUI mengatakan pelaku UMKM/IKM Minut terus berbenah.

“Saya khawatir jika pelaku usaha UMKM IKM MINUT tidak berbenah, bisa-bisa kita hanya menjadi penonton perkembangan Destinasi Wisata ke 5 Likupang. Olehnya Perhimpunan ini didirikan untuk tempat saling menopang para pelaku usaha, dalam pengurusan perizinan, packaging (kemasan), pemasaran, hingga mencarikan solusi modal usaha bagi anggota perhimpunan,” sebutnya.

Senada disampaikan Naomi Linda Menangka, pelaku UMKM Ikan Bakar Kemasan dengan Brand PONGKOR SYALOOM, serta produk Kemasan Kerepek pisang goroho di kalawat optimis, Minut mampu membuat produk unggul.

“Kehadiran Stafsus Gubernur menunjukkan bahwa pemprov hadir membina pelaku usaha terlebih Kadis Koperasi Ronald selalu memberi motivasi Pembinaan dalam berbagai kesempatan,” tambahnya.

Menariknya, dalam kesempatan kunjungan ke Kedai Beta milik Elizabeth Manua yang memproduksi berbagai Kopi Kemasan Gula Aren Merk KOPI SE, Air mineral, berbagai kue basah, Stafsus mendapat masukan dan keluhan, dimana BNI berlakukan Relaksasi naikkan angsuran Kredit BNI.

“Kami merasa berat skali angsuran dinaikkan hingga memohon Stafsus koordinasikan dengan pihak Pinwil BNI,” pinta mereka.

IR’TING Produk kemasan ROA -Abon dan berbagai produk cemilan milik Nova Tineke lumenta merasa bersyukur dikunjungi Stafsus, kami sudah 5 tahun berusaha belum pernah dikunjungi pejabat Di tempat ini. Nova berharap kunjungan pembinaan ini terus dilakukan dan kami siap mengikuti berbagai pelatihan. Mengakhiri penyampaian ibu nova mengharapkan adanya sentuhan peralatan bagi pengembangan usaha kami.

Mengakhiri kunjungan di rumah produksi The lose milik Ibu Ivonne Pantouw yg memproduksi Kue Kering dan Basah serta produk cemilan, Ivone berharap dirinya mendapat dukungan modal melalui KUR BRI.

Diektahui, kunjungan Pembinaan Staf Khusus Gubernur ini selain mendorong pelaku usaha memperbaiki Produknya tak kalah penting DAPUR PROCESSING harus menjadi perhatian khusus.

“Tidak boleh processing Makanan kemasan di dapur yang berdekatan dengan Toilet dan atau tempat tumpukan kayu bakar dan binatang peliharaan seperti Anjing dan kucing,” ujar Firasat.

Selain itu ia juga melakukan Identifikasi berbagai masalah kendala pelaku usaha UMKM IKM dimana 5 hal masih menonjol untuk dicarikan solusi. Perizinan, packaging, Pemasaran, Dapur Produksi dan Permodalan masih menjadi problematik pelaku usaha UMKM IKM SULUT termasuk di MINUT.

“Dari 5 problem tersebut, 4 bisa dicarikan solusi namun untuk kendala Packaging (Kemasan), segera dilaporkan bapak Gubernur untuk di carikan solusi. Rumah Produksi Packaging sangat dibutuhkan Pelaku Usaha,” pungkas Firasat. (**)