Dugaan Pungli Perekrutan Paskibra Kotamobagu, Purna Ini Angkat Bicara

0
1984
Istimewa

DETOTABUAN,KOTAMOBAGU-Beredarnya berita terkait adanya dugaan pungutan liar (pungli) dalam proses perekrutan pasukan pengibar bendera (Paskibra) kota Kotamobagu tahun 2021,salah satu purna paskibraka Kotamobagu tahun 2013, Aris Binol, S.H., M.H., menanggapi dengan rasa penuh kekecewaan.

Dirinya beranggapan jika memang benar adanya, perilaku tersebut sangatlah mengecewakan.

“Mengapa dewasa ini masih ada perilaku-perilaku yang seperti di zaman orde baru. Padahal yang saya lihat unsur-unsur yang berkaitan seperti pelatih maupun purna sudah sangat profesional,” katanya dengan nada kesal

Aris yang juga purna paskibraka Kotamobagu tahun 2013, berpendapat jika hal tersebut harus dipertanggungjawabkan.

“baiknya Pengurus maupun purna melakukan rapat secara internal untuk mengetahui kebenaran berita ini, jika ditemukan bahwa benar terjadi pungli, maka oknum yang terbukti tersebut harus di proses. Entah itu kode etik sebagai ASN maupun pemberhentian sebagai pengurus atau pelatih,” tambah Aris, jumat (03/09)

Aris yang kebetulan berprofesi sebagai pengacara ini berharap kedepan tidak ada lagi pungli untuk masuk menjadi paskibraka, semua harus transparan.

Dugaan pungutan liar atau Pungli merebak di perekrutan calon peserta Paskibraka Kota Kotamobagu Tahun 2021 setelah adanya laporan dan diangkat ke permukaan oleh kadispora Kotamobagu Anas Tungkagi.

“Saya mendapatkan informasi itu beberapa hari sebelum hari H (pelaksanaan upacara-red) ada salah satu pelatih yang menghadap ke Dispora, yakni dari unsur TNI yaitu Pak Yansen, beliau sampaikan ke Dispora bahwa ada persoalan yang fatal yakni ada seperti menerima uang (Pungli) dan saya tanya informasi dari mana, terus ia katakan dari salah satu Panitia berinisial RL. Dan di panitia itu mereka 5 orang, terbagi 2 orang ASN dan 3 dari PPI. atas informasi ini saya diperintahkan oleh Ibu Walikota dan Pak Sekda untuk mengundang dua ASN ini untuk dimintai klarifikasinya, akan tetapi hanya satu ASN berinisial RL yang hadir, sementara AT tidak mau hadir,. Dan hasil klarifikasi dengan RL dirinya membenarkan bahwa itu (pungli) terjadi,” terang Anas Tungkagi, seperti dikutip dari Kotamobaguonline.com

(redaksi)

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.