Vaksinasi Dosis Kedua Dilakukan Pemkab Bolmong, Selanjutnya Fokus Petugas Pelayanan Publik

0
23
Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow, Melewati Skrining Vaksinasi Covid-19, usai Melakukan Pencanangan Vaksinasi Covis-19 Tahap I di Bolmong. (Foto: Ist)

 

ADVETORIAL

BOLMONG,DETOTABUAN.COM– Pencegahan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) terus menjadi fokus pemerintah. Hingga saat ini, proses penyuntikan vaksin Covid-19 pun terus dilakukan.

Di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) Pemerintah Kabupten (Pemkab) melalui Dinas Kesehatan (Dimkes) Kamis, (04/03/2021), kembali menerima sebanyak 1.000 dosis vaksin Covid-19 tahap dua yang didistribusikan oleh Dinkes Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Hal itu menyusul setelah sebelumnya, Pemkab Bolmong menerima 2.000 dosis vaksin covid-19 tahap satu. Vaksinasi tahap pertama itu bagi Forkopimda dan Tenaga Kesehatan (Nakes) di Bolmong.

Sementara, sebanyak 1.000 dosis yang baru masuk itu, diperuntukan untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemkab Bolmong, yang bersentuhan langsung dengan pelayanan publik. Para petugas agama, perangkat desa serta wartawan yang biasa meliput di wilayah Pemkab Bolmong juga masuk tahap dua ini disuntik vaksin covid-19.

Seperti dikehatui, pencanangan vaksinasi Covid-19 tahap satu sudah digelar pada 5 Februari 2021 lalu. Kemudian, penyuntikan vaksin tahap satu dosis kedua dilaksanakan, 19 Februari 2021, tepatnya di Kantor Bupati Bolmong, Kecamatan Lolak. Keduanya dicanangkan oleh Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow.

Wabup Yanny R Tuuk dan Ketua TP-PKK Bolmong Lesly Lanny Kaligis Saat Disuntik Vaksin Covid-19 Tahap Dua. (Foto: Indra S. S. Ketangrejo)

Kepala Dinkes Bolmong, dr Erman Paputungan menjelaskan, jumlah penerima vaksinasi tahap pertama di Bolmong sampai saat ini sudah mencapai 82 persen, sedangkan tahap satu dosis kedua sudah 50 persen.”Ditargetkan proses vaksinasi untuk tahap satu selesai bulan ini. Ada beberapa tenaga kesehatan juga masih menunggu hasil pemeriksaan,” jelas Erman.

Ia pun terus mengedukasi masyarakat agar tak termakan berita hoax terkait vaksin covid-19 ini. “Vaksin ini sudah melalui uji klinis dari para ahli, sudah mendapat rekomendasi dari BPOM RI bahwa vaksin ini aman dan mendapat sertifikasi halal MUl,” katanya.

Pun Erman menuturkan, Presiden Republik Indonesia, bapak Joko Widodo juga sudah menjadi orang pertama yang menerima vaksin. “Di Bolaang Mongondow sendiri sudah 1.000 orang yang divaksin termasuk di dalamnya Wakil Bupati Yanny R Tuuk, dan Sekda Tahlis Gallang, tidak ada gejala atau tanda-tanda berbahaya, jadi tidak perlu takut, dan jangan percaya berita hoax yang mengatakan vaksin ini tidak aman,” ucapnya.

Pemkab Bolmong juga Jumat, (5/3/2021), kembali melakukan vaksinasi covid-19 kepada para pelayan publik, bertempat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Datoe Binangkang.

Direktur RSUD Datoe Binangkang, dr Debby Kulo mengatakan, penyuntikan vaksin itu merupakan lanjutan vaksinasi pada gelombang pertama. “Vaksinasi tadi itu masih vaksin tahap satu untuk dosis kedua,” kata Debby.

Sekda Bolmong Tahlis Gallang Disuntik Vaksin Covid-19. (Foto: Ist)

Ia menjelaskan, vaksin virus corona tidak tidak serta merta menimbulkan imunitas atau kekebalan tubuh usai disuntikan pertama kalinya. Sehingga dibutuhkan penyuntikan vaksin dosis kedua untuk menghasilkan kekebalan yang optimal.

“Kita wajib untuk melaksanakan penyuntikan pada dosis kedua untuk dapat menghasilkan kekebalan yang optimal, yang dibangun oleh tubuh kita sehingga imunitas kita makin kuat melawan Covid-19,” jelasnya.

Lanjutnya, dosis pertama vaksin berfungsi untuk mengenalkan inactivated virus atau virus tak aktif ke tubuh. Melalui vaksin dosis pertama, vaksin akan bekerja sama dengan tubuh untuk membentuk system kekebalan atau antibody baru. “Vaksin dosis kedua berperan sebagai booster atau menguatkan vaksin. Membuat antibodi yang terbentuk itu semakin kuat dan optimal,” ujarnya.

Lanjunya, seluruh tenaga kesehatan dan masyarakat tidak perlu khawatir, dan takut untuk melakukan vaksinasi. “Selain bagus untuk menangkal virus covid-19, juga aman dan halal,” ujarnya.

Ia menyebutkan untuk vaksin tahap satu target 298 untuk sasaran bagi tenaga kesehatan tapi yang divaksin baru 276 orang. Sisanya masih sekitar 22 orang.

“22 tersebut status tunda karena ada juga nakes kita ada gangguan kesehatan seperti hipertensi dan lain – lain perlu dikonsultasikan kepada dokter,” kata Debby, saat diwawancara sejumlah media sela – sela Vaksinasi.

Namun Ia memastikan, para tenaga kesehatan yang sisanya bila sudah diperbolehkan untuk divaksin, tentu akan dilakukan.

Vaksinasi Dosis Kedua di RSUD Datoe Binangkang Bolmong. (Foto: Ist)

“Untuk saat ini vaksinasi tahap satu dosis kedua, yang sudah divaksin 219 orang, yang belum divaksin ada sekitar 57 orang sisa yang divaksin tahap satu. Sisa yang belum ini masih ada jangka waktu satu Minggu untuk diselesaikan, sambil persiapan vaksinasi gelombang kedua,” terang Debby.

Dalam kesempatan tersebut, Ia menegaskan sampai sejauh ini belum ada efek samping atau keluhan yang dirasakan pasca vaksinasi. Jadi kata dia, masyarakat tidak perlu khawatir karena vaksin Covid-19 ini aman dan halal.

“Yang dirasakan orang yang divaksin ada efek tapi hanya ngantuk dan itu hal biasa. Tapi untuk efek samping lainnya sampai dengan saat ini belum ada sama sekali,” tutur Debby.

Untuk vaksinasi tahap dua, terangnya, hingga saat ini masih menunggu petunjuk untuk jadwal pelaksanaanya. “Tahap dua masih menunggu petunjuk,” tutupnya.(Ind/Advetorial)