Ada Bantuan Disiapkan Pemerintah Bagi Petani Gagal Panen Akibat Banjir

0
54
Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow Saat Memantau Lokasi Banjir. (Foto: Ist)

BOLMONG,DETOTABUAN.COM– Banyak lahan pertanian di dataran Dumoga, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) rusak disapu banjir. Petani mengeluh karena gagal panen. Meski begitu, jeritan mereka terjawab dengan adanya solusi dari pemerintah.

Ya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow (Bolmong) menjamin petani terdampak banjir yang lahannya rusak mendapat bantuan dari pemerintah, baik dalam bentuk sembako hingga bibit baru.

Jaminan itu diutarakan Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow saat turun ke beberapa desa terdampak bencana, meninjau perkembangan penanganan bencana selama status Darurat Bencana, pekan lalu.

Yasti mengatakan, pemerintah daerah dalam dua hari ini sudah menghitung berapa ribu hektare sawah yang rusak, berapa ribu hektare ladang yang ditanami jagung, maupun kedelai dan lainnya yang rusak.

“Itu nanti kita akan bantu. Insya Allah kita upayakan ada pengadaan bibit yang baru untuk masyarakat bisa berocok tanam kembali, dan tentunya dari Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Sosial kita siapkan juga bantuan beras,” aku Yasti.

Menurutnya, akibat dampak dari kerusakan areal persawahan ini, ketahanan pangan yang ada di Kabupaten Bolmong sedikit terganggu, terutama masyarakat petani yang lahan persawahannya rusak.

Sebagai langkah awal, ujar Yasti, pemerintah daerah akan menyiapkan semua kebutuhan makanan bagi masyarakat terdampak. Sambil kemudian pemerintah melihat kerusakan materil rumah maupun lahan persawahan, dan ladang masyarakat.

“Tentunya kami prihatin dengan adanya bencana banjir ini. Kita doakan semoga masyarakat yang terdampak bencana, baik itu di Kabupaten Bolmong maupun yang ada di Bolsel, kita doakan semoga mereka tetap sehat, kuat, tabah, optimis untuk menjalani cobaan berupa bencana alam ini,” tuturnya berharap.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Bolmong Abdul Haris Bambela membenarkan bantuan bagi para petani tersebut. Dia mengatakan, saat ini, pemerintah daerah tengah menyiapkannya. “Kami sedang menghitung. Nanti para petani akan mendapat bantuan juga akibat gagal panen,” ujarnya.

Diketahui, Pemkab Bolmong menetapkan status tanggap darurat bencana pasca peristiwa banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah desa di Kecamatan Dumoga Barat, Dumoga Tengah dan Dumoga Utara, Sabtu (25/07/2020) lalu.

Penetapan ini, berlangsung selama dua pekan dan akan dikuatkan dengan diterbitkannya surat keputusan (SK) Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow.

“Status Tanggap Darurat Bencana Banjir dan Tanah longsor ditetapkan oleh Bupati Bolmong mulai tanggal 25 Juli hingga 7 Agustus 2020,” kata Kepala Bidang Tanggap Darurat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bolmong, Rafiq Alamri pada Senin, (27/07/2020). Ratusan rumah mengalami kerusakan baik ringan maupun berat, dan ratusan kepala keluarga terdampak bencana. (Ind)