Jelang Ramadhan Harga Bahan Pokok Naik

0
1611
Jelang Ramadhan Harga Bahan Pokok Naik
Ilustrasi
BOLMONG,DETOTABUAN.COM – Menjelang bulan suci Ramadhan beberapa harga bahan pokok mulai merangkak naik, terutama sembako dan bumbu dapur. Sejumlah pedagang di Pasar Dumoga mengatakan, kenaikan harga terjadi sejak sepekan terakhir.
“Kenaikan harga sembako dan bumbu dapur seperti Gula Pasir, Kacang dan Cabai menjelang bulan ramadhan maupun hari-hari besar lainnya itu sudah biasa,”  ungkap ibu Yane (39), salah satu penjual barang kebutuhan pokok di pasar Dumoga.
Kenaikan harga sembako pun bervariasi, mulai dari Rp 1000 hingga Rp 15.000. Yane menuturkan, kenaikan harga sembako tidak bisa diprediksi, tergantung ketersediaan barang, namun biasanya, jika sudah mendekati lebaran Idul Fitri, harga akan semakin tinggi.

“Seperti harga gula pasir yang sebelumnya Rp 14 ribu/kg, saat ini harganya mencapai Rp 17 ribu/kg,” tambahnya

Sementara, harga cabai yang sebelumnya Rp 35 ribu/kg, saat ini melonjak hingga Rp 50 ribu/kg. Begitupun dengan harga Bawang putih yang sebelumnya Rp 40 ribu/kg, saat ini naik menjadi Rp 45 ribu/kg.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) melalui Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan, Helmida Mokoginta membenarkan hal tersebut, katanya sejumlah bahan kebutuhan pokok memang mengalami kenaikan, salah satu barang yang mengalami kenaikan yang cukup tinggi yaitu Gula Pasir. “Harga gula pasir  mencapai Rp 17 ribu/kg, dari harga normal Rp 14 ribu,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kenaikan harga gula pasir tahun ini, merupakan yang tertinggi selama kurun waktu lima tahun terakhir. “Biasanya, menjelang Bulan Ramadhan, tingkat kebutuhan gula pasir meningkat dibandingkan hari biasa,” tutur Helmida.

Data diperoleh dari Disperindag di pasaran, untuk kacang merah dari Rp 25 ribu naik jadi Rp 30 ribu/kg, kacang tanah dari Rp 19 ribu naik jadi Rp 25 ribu/kg, cabai Rp 35 ribu naik jadi Rp 50 ribu/kg, bawang putih Rp 40 ribu naik menjadi Rp 45 ribu/kg, bawang merah Rp 50 ribu/kg dan batang bawang Rp 10 ribu/kg harganya stabil.

“Jika beberapa hari kedepan harga terus melonjak naik.  Maka, pihak Disperindag akan melakukan operasi pasar juga pengawasan lebih,” tutupnya. (Tr2)

 

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.