Siswa Putus Sekolah Jadi ‘PR’ Pemerintah

0
807
BOLMONG,DETOTABUAN –  Banyaknya siswa yang meninggalkan bangku sekolah di Bolaang Mongondow (Bolmong), harus menjadi perhatian pemerintah. Hal ini sesuai dengan pernyataan Ketua LSM Gerakan Rakyat Peduli Tanah Lahir (Garputala) Supandri Damogalad, Senin (05/09).
“Ini harus diantisipasi. Jangan membiarkan masa depan anak-anak menjadi suram,” katanya.

Dari penelusuran pihaknya, berbagai alasan siswa memilih meninggalkan bangku sekolah, karena pengaruh pergaulan, hamil di luar nikah dan ekonomi orang tua yang sudah tidak mampu membiayai anak-anak.

“Pemerintah harus serius memperhatikan masalah ini guna menekan angka anak putus sekolah,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Bolmong Olii Mokodongan, mengatakan pihaknya terus melakukan berbagai upaya mengantisipasi masalah ini.

“Jika ada kasus demikian, kami bersama guru mendatangi langsung siswa yang putus sekolah tersebut,” katanya.

Selain  itu, pihaknya pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah desa (Pemdes) di mana orang tua dan anak itu berdomisili. Ia berharap, adanya pendampingan dari masing-masing orang tua bagi anak mereka yang usia sekolah.

“Lingkungan keluarga adalah ujung tombak bagi mental dan psikis anak. Mari kita jaga mereka dari putus sekolah,” ujarnya. (Tr-02/eds)

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.