Kuasai Dua Instrument Politik, Pengamat Sebut BerKAH Masih Sangat Kuat di Pilkada Bolsel

0
33

BOLSEL,DETOTABUAN.COM – Kembali maju dalam kontestasi pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bolaang Mongondow Selatan(Bolsel) yang digelar secara serentak 9 Desember 2020 mendatang, pasangan Iskandar Kamaru dan Deddy Abdul Hamid dinilai masih akan mengungguli Pilkada kali ini.

Pendapat itu datang dari Pengamat Politik Sulawesi Utara, Dr. Drs Max Rembang MSi. Menurutnya, secara teoritik petahana dalam hal ini pasangan BERKAH memiliki kelebihan.

“Dalam politik praktis ada tiga instrument politik yang harus diperhatikan, diantaranya kekuasaan, massa dan modal. Dan sangat jelas, petahana memiliki massa dan kekuasaan,”ungkapnya.

Lanjut Mantan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sam Ratulangi(Unsrat) ini mengatakan, jika menggunakan ukuran instrument politik tersebut, maka tidak bisa diabaikan petahana punya dua hal dalam instrumen itu.

“Jumlah kursi dari Parpol pengusung saja kan 13 dari total 20 kursi DPRD Bolsel, berarti dia punya massa. Selain itu, petahana juga punya kekuasaan, artinya dia pegang mapatu, meski dalam hal ini petahana akan digantikan sementara oleh pejabat sementara, tapi harus diingat, petahana Bolsel saat ini punya satu jaringan dengan provinsi. Jadi begitu, karena dari sisi peluang yang ditinjau secara objektif kita bisa bilang petahana masih di atas angin,”bebernya.

Namun, diakui Dr. Drs Max Rembang MSi, politik dalam Pilkada seperti ini kembali lagi pada sifat dasarnya yaitu unpredictable atau sulit untuk diprediksi.

“Di atas kertas, Peluang besar masih ada pada petahana, karena bisa saja tsunami politik. Tapi sekali lagi, dalam dunia politik praktis, kita tidak bisa menggunakan hal itu sebagai standar, karena bisa saja kondisi di lapangan berbeda,”jelasnya.

Disisi lain, pengamat ini juga menjelaskan, dalam politik pemilihan legislatif dan eksekutif tidak selalu berjalan paralel.

“Artinya tidak selamanya menang di legislatif menang juga di eksekutif. Tetapi semua punya peluang, tergantung dari strategi dan taktik pemenangan dari masing-masing calon,” pungkasnya. (**)