Komunitas Intau Mardeka dan Lotung Literasi Gelar Diskusi dengan Tema ‘Pahlawan di Era Milenial’

0
60

BOLTIM,DETOTABUAN.COM – Momen Peringatan Hari Pahlawan dimanfaatkan oleh Komunitas Intau Mardeka dan Lotung Literasi dengan menggelar diskusi kepemudaan dengan tema “Pahlawan Era Milenial” yang dilaksanakan di Kedai Inaton desa Kayumoyondi, Sabtu (9/11) tadi malam.

Tampil sebagai Narasumber, Wira Suma seorang Penggiat Kebudayaan Monggondow, Rudini Asa dari kalangan aktivis, Taufik Mamonto Penggiat Komunitas Intau Mardeka dan Febriasya Korompot Penggiat Literasi Boltim. Diskusi di pimpin Moderator Emat Ambarak Mantan Ketua IPMI Boltim di Minahasa.

Diskusi berlangsung menarik, kala Aldi Taris salah satu perwakilan OKP yang hadir melayangkan pertanyaan seputar pahlawan era milenial, menurutnya jika jaman penjajahan dulu pahlawan – pahlawan berjuang dengan bambu runcing maka sekarang ini perjuangannya seperti apa untuk dikategorikan sebagai pahlawan.

Fasilitator Taufik Mamonto merespon pertanyaannya dengan sanggahan, “Pahlawan milenial tak perlu lagi bersimpah darah untuk berjuang, saat ini kita cukup untuk terus membuat karya – karya dan mengharumkan Indonesia di kancah internasional, memiliki daya saing dan menguasai iptek merupakan bagian terpenting untuk menjadi pahlawan milenial saat ini, Tambah Rudini Asa.

Sementara Wira Suma mengemukakan soal semangat pahlawan dari mongondow.

“Saat ini dengan adanya perkembangan Teknologi pemuda cenderung lupa akan sejarah, dan budaya harusnya keduanya berjalan beriringan,” kata Suma.

Sementara itu, Febriansyah Korompot menutup dengan kutipan.

“Jika belum bisa berkontribusi dengan baik di Organisasi kepepemudaan yang kalian geluti, jangan pernah berhenti belajar, jangan pernah berhenti berproses. sebab, sejarah anak muda adalah sejarah bangsa, apabila anak muda mti rasa maka matilah bngsa-bangsa”.

(Hendri)