Tarkam Pinonobatuan dan Imandi Kembali Terjadi, Kepolisian Lakukan Penjagaan

0
60
Ilustrasi

BOLMONG,DETOTABUAN.COM— Meski telah melakukan deklarasi damai beberapa waktu lalu, tawuran antar kampung (Tarkam) antara dua desa di Kecamatan Dumoga Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) masing-masing Desa Pinonobatuan (Tambun) dan Imandi kembali terjadi, tepatnya Minggu  (02/02/2020), dini hari sekira pumul 00.30 Wita.

Informasi dihimpun, kejadian bermulah ketika kelompok masyarakat dari Desa Pinonobatuan, berjumlah kurang lebih lima orang, miras di salah satu warung yang ada di Kelurahan Imandi, Sabtu, (01/02/2020) pukul 22.00 wita.

Lima orang kelompok masyarakat desa Pinonobatuan diminta kepala lingkungan di kelurahan Imandi, untuk pulang ke desanya. mereka pun, langsung pulang, empat orang diataranya mengunakan kendaran roda dua, dan satu orangnya lagi mengunakan kendaran roda empat.

Empat orang yang mengunakan kendaraan roda dua, lebih dulu meninggalkan tepat tersebut, sedangkan satu teman mereka, berinisial SK, tertinggal di belakang karena mengunakan kendaraan roda empat.

Pada saat perjalanan pulang, kendaraan roda empat yang dibawa SK dilempari batu oleh sekelompok masyarakat yang belum di ketahui identitasnya.

Dengan kejadian itu, SK pun menghubungi empat temannya yang sudah lebih dulu pulang, bahwa kendaraannya telah dilempari batu. Tak lama kemudian terjadilah aksi saling lempar batu di perbatasan desa Pinonobatuan dan Kelurahan Imandi, Kecamatan Dumoga Timur, pada malam itu, sekitar pukul 00.30 wita.

Kapolsek Dumoga Timur, AKP Hanny Lukas menuturkan, setelah mendapatkan informasi, pihaknya langsung menuju ke TKP dan  merelai kedua kelompok masa yang saling lempar batu tersebut.

Lanjutnya, meskipun, suasana di perbatasan Desa Pinonobatuan dan Kelurahan Imandi sudah kondusif, namun pihak kepolisian Dumoga Timur, dan Polres Bolmong yang dibantu oleh pihak TNI, masih berjaga-jaga di lokasi kejadian tersebut.

“Kejadian ini, masih dalam proses penyelidikan, dan kami juga dibantu oleh pihak aparat TNI, masih melakukan penjagaan dilokasi kejadian tersebut,” katanya.

Sementara itu, Camat Dumoga Timur Jootje Tumalun menerangkan, bahwa kejadian tersebut terjadi bermula saat salah satu kendaraan milik masyarakat desa Pinonobatuan dilempari batu, di kelurahan Imandi sehingga pecahlah kejadian saling lempar batu antara dua masyarakat tersebut.

“Tapi kejadian itu tidak berlangsung lama, karena pihak kepolisian dari Dumoga Timur langsung berada di TKP, sehingga kejadian tersebut cepat teratasi,” ucap Camat.

Lanjutnya, kasus ini sudah diserahkan kepada pihak kepolisian Dumoga Timur, dan berharap agar ada tindakan tegas dari pihak kepolisian, sehingga kejadian seperti ini tidak terulang lagi.

“Saya sudah berkordinasi dengan pihak kepolisian Dumoga Timur, dalam hal ini Kapolsek, agar dapat mengambil langka tegas kepada para pelaku yang suka membuat onar, sekecil apapun harus diberikan efek jerah, sehingga kejadian seperti ini tidak terulang lagi, jagan hanya karena ulah dari oknum satu atau dua orang lalu menyebar sampai ke satu desa,” tuturnya. (Ind)