Warga Baturapa Temukan Tengkorak Manusia di Hutan Mangrove Desa Sauk

0
1756
Nampak tengkorak manusia yang ditemukan saat berada di Polsek Lolak. (Foto: Indra S. S. Ketangrejo)

BOLMONG,DETOTABUAN.COM Warga Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) digemparkan dengan penemuan Tengkorak Manusia, di Hutan Mangrove, Desa Sauk, Kecamatan Lolak, Kabupaten Bolmong.

Tengkorak tersebut ditemukan oleh Mateos Lagungtihokang (57), warga Baturapa I, Kecamatan Lolak, dalam posisi tergantung di atas cabang pohon Mangrove, Kamis, (09/01/2020) pekan lalu.

Melihat itu, ia langsung pulang dan menceritakan kepada sejumlah warga, kemudian dilaporkan ke Polsek Lolak pada hari Minggu. usai menerima laporan, Senin (13/01/2020) pagi, pihak kepolisian langsung melakukan pencarian dan menemukan tengkorak tersebut sekitar pukul 10.18 Wita.

Diwawancarai Detotabuan.com, Mateos menjelaskan, awalnya ia hendak mencari bibit Mangrove di tanjung tersebut yang diminta oleh pihak kehutanan untuk dibawa ke Likupang, Minahasa Utara. Namun, karena air pasang ia kemudian menepi.

“Iya, saat menepi, saya melihat kepala tengkorak itu bergantung di dahan pohon. Disekitar juga saya tidak melihat ada tulang-tulang lainnya, hanya kepala tengkorak itu,” ungkap Mateos, di Polsek Lolak, Selasa (14/01/2020) tadi.

Terlihat, Tengkorak masih utuh, namun bagian atasnya sudah berlumut. Saat ini, Tengkorak  tersebut sudah dikafani dan di bungkus plastik hitam.

Kapolsek Lolak AKP. Faudji mengatakan, temuan tengkorak Manusia di Desa Sauk berasal dari manusia. “Jadi, kita sudah periksa di rumah sakit dan dipastikan itu tengkorak manusia,” ujarnya.

Dia menuturkan, hasil pemeriksaan sementara menyebut korban meninggal sekira enam tahun lalu. “Tengkorak sudah dikuburkan di desa sauk. Jika ada yang mengaku kehilangan keluarganya akan kami selidiki, Jika ada petunjuk lainnya tentang identitas tengkorak itu maka tengkorak itu bisa digali,” katanya.

Sementara itu, Dokter Bagus, di Puskesmas Lolak yang saat itu melakukan pemeriksaan turut membenarkan adanya pemeriksaan tengkorak manusia yang ditemukan warga. Menurut dia, diperkirakan tengkorak tersebut sudah berusia puluhan tahun.

Di sisi lain, secara medis kata Dokter Bagus, untuk identifikasi sudah sulit dilakukan karena yang ditemukan tinggal tulang tengkorak saja. “Secara medis ini sulit. Dan kecil kemungkinan untuk bisa teridentifikasi. Karena tidak ada data pendukung lain. Misalnya gigi atau rambut. Tapi ini yang ditemukan hanya tinggal tulang tengkorak saja,” ucapnya.

Menariknya, di tempat yang sama, Jumrin Batalipu (50), warga Desa Labuan Uki, Kecamatan Lolak mengaku pernah kehilangan anggota keluarganya pada 2012 silam.

Adalah Rijal Batalipu (24), yang merupakan keponakan dari Jumrin itu dinyatakan hilang saat memancing ikan di laut Pulau Tiga bersama satu orang rekannya menggunakan perahu.

“Sekitar Januari 2012. Dia berangkat dari rumah bersama rekannya pagi sekitar pukul 07.00 Wita. Pukul 14.00 Wita temannya pulang tapi tinggal dia sendiri. Kemudian memberi kabar kepada keluarga bahwa Rijal jatuh di laut saat memancing dan dia tidak berdaya untuk menolong karena laut bergelombang dan angin cukup kencang saat itu,” ungkap Jumrin.

Tapi dari pihak keluarga saat itu merasa ada kejanggalan dari semua cerita yang disampaikan rekan korban. Berbelit-belit dan tidak masuk di akal. Keluarga langsung melaporkan ke aparat kepolisian dan langsung melakukan pencarian bersama beberapa warga. Sayang tidak membuahkan hasil. “Rijal hilang sampai sekarang,” tuturnya.

Dari kepolisian juga saat itu hanya menyimpulkan bahwa itu kecelakaan karena tidak ada saksi mata ataupun barang bukti yang mengarah ke dugaan-dugaan lain.

“Atas hasil tersebut pihak keluarga hanya bisa pasrah. Dan sampai hari ini tidak diketahui apa yang sebenarnya terjadi. Yang ditemukan ini juga hanya tengkorak kepala saja. Jadi tidak bisa diketahui itu tengkorak siapa. Kalau ada uang mungkin bisa dilakukan pemeriksaan lebih dalam lagi,” tutupnya. (Ind)