China Railway Kerjasama Peningkatan Kecepatan KA di Indonesia

0
442
China_Railways
China_Railways

NASIONAL,DETOTABUAN.COM-China Railway International Co. Ltd menawarkan kerja sama peningkatan kecepatan kereta api kepada Pemerintah Indonesia, guna memaksimalkan fungsinya sebagai angkutan penumpang maupun kargo.

“Kami ini dapat memperluas kerja sama di bidang perkeretaapian dengan Indonesia, yakni peningkatan kecepatan kereta api sedang,” kata Presiden China Railway, Sheng Guangzu, saat menerima kunjungan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan di Beijing, Jumat (22/4).

Guangzhu mengatakan China telah melakukan enam kali peningkatan kecepatan kereta api sedang sejak 1979 atau sejak penerapan keterbukaan dan reformasi.

“Sebelum reformasi kecepatan rata-rata kereta api sedang kami hanya berkisar 80 hingga 100 kilometer per jam,” ungkap Sheng Guangzu.

Sejak reformasi dimulai, selama 1979 hingga 2007, China membangun jalur kereta api berkecepatan sedang sekitar 120 kilometer hingga 160 kilometer per jam, secara besar-besaran di seluruh wilayah China. Hingga akhir 2015 jumlah Jalur kereta api sedang (120 kilometer per jam atau lebih) yang telah dibangun mencapai 63 ribu kilometer.

“Kereta api berkecepatan sedang yang dibangun telah pula disesuaikan dengan kondisi geografis, iklim dan cuaca di wilayah China. Kami memiliki empat musim, ada wilayah yang sangat dingin saat musim dingin, tetapi ada pula wilayah yang memiliki cuaca atau iklim yang sama dengan di Indonesia,” ungkap Sheng Guangzu.

Saat ini, lanjut dia, kereta api sedang di China memiliki kecepatan 120 hingga 160 kilometer per jam.

“Tentu peningkatan kecepatan kereta api sedang, sangat menguntungkan bagi Indonesia. Dan ini dapat menjadi peluang kerja sama perkeretaapian antara China dan Indonesia di masa datang,” kata Sheng Guangzu.

Tidak hanya peningkatan kecepatan, China Railway juga menawarkan kerja sama teknologi perkeretaapian secara umun kepada Indonesia.

Penawaran China Railway itu disambut baik oleh Menteri Jonan. Menurutnya, Kementerian Perhubungan akan menindaklanjuti penawaran tersebut dengan mengirimkan tim terlebih dulu dari PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Menhub mengatakan kondisi perkeretaapian di Indonesia tidak jauh berbeda dengan di China. Perbedaan mendasar hanya pada skala dan jumlah keretanya.

“Saat ini Indonesia memiliki kereta api berkecepatan sedang baik yang digunakan untuk penumpang maupun barang. Rata-rata jumlah penumpang yang menggunakan kereta api sekitar 300 hingga 400 juta orang per tahun dengan jumlah angkutan barang sekitar 15 hingga 20 ribu ton per hari,” ungkapnya.

Jonan menambahkan, dari segi pelayanan perkeretaapian di Indonesia juga terus meningkatkan kenyaman dan kemudahan bagi masyarakat pengguna moda kereta api.

“Layanan tiket bisa dilakukan pemesanan melalui e-ticket sekitar 40 persen, masyarakat lainnya (40 persen) menggunakan aplikasi di telepon selular dan lainnya melalui “call center(ccni)

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.