GRT, Kades Asal SULUT yang Jadi Narasumber di Acara Deklarasi Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak

0
55

BOLMONG,DETOTABUAN.COM – Kepala Desa Bombanon, Gita Ratnasari Tuuk (GRT) menjadi satu satunya Kepala Desa (Kades) perempuan di Sulut yang menjadi Narasumber dalam Deklarasi Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak sebagai strategi akselerasi Pencapaian SDGs Sustainable Development Goals (SDGs) Desa yang digagas Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), bertempat di Hotel Grand Sahid Jakarta, Rabu (11/11/2020) kemarin.

Kegiatan yang diawali dengan pembacaan Deklarasi secara bersamaan oleh Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar dan Menteri PPPA I Gusti Ayu Bintang Puspayoga, dilanjutkan dengan penandatanganan teks deklarasi oleh kedua kementrian.

Dalam sambutannya, Menteri Desa PDTT, yang akrab disapa Gus Menteri, menyampaikan alasannya menggaungkan program Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak karena masih banyak ditemukan masalah yang dihadapi perempuan, termasuk masalah kekerasan perempuan dan anak.

“Memang kekerasan di Desa lebih tinggi, namun kekerasan di desa cenderung pada kekerasan seksual kontak, sementara di kota cenderung pada pelecehan tanpa kontak seksual,” ungkap Gus Menteri.

Masalah lain juga berdasarkan data melalui kegiatan pencegahan stunting yang menjadi program prioritas di Desa, terdapat pada angka kelahiran perempuan muda antara usia 15-19 tahun, kasus di desa masih jauh lebih tinggi dibandingkan kota. Dengan demikian remaja desa untuk lebih sehat dan lebih berkembang masih rendah dari pada remaja kota.

“Posisi perempuan dalam ruang publik dan penentu arah pembangunan masyarakat masih rendah. Belum ada kesetaraan gender dalam ruang publik,” imbuhnya.

Padahal, lanjut Gus Menteri, kesempatan sekolah SMA dan sederajat cenderung lebih tinggi didapat oleh perempuan. Kesempatan perempuan berada pada angka 68,06 sedangkan laki-laki 82,03, seharusnya perempuan lebih siap memasuki dunia kerja.

Oleh sebab fakta-fakta diatas, Gus Menteri berinisiatif memberikan perhatian khusus kepada perempuan dengan program Desa Ramah Perempuan sebagaimana tertuang dalam Sustainable Development Goals (SDGs) atau pembangunan berkelanjutan, yang akan menjadi role model pembangunan desa.

Sementara itu, Kades Bombanon GRT, dalam penyampaian menegaskan, bahwa perempuan merupakan salah satu faktor penting dalam mewujudkan pembangunan Desa, termasuk sector ekonomi.

“Kedepan Desa Bombanon akan mengalokasikan Dana yang berkaitan dengan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak,” ungkap Kades Bombanon, Kecamatan Lolayan, Bolmong, Sulut itu.

Menurut Gita, keterlibatan perempuan dalam kegiatan pembangunan di Desa adalah soal kesempatan, karena selama ini perempuan kurang diberi kesempatan untuk terlibat, baik dalam pemerintahan maupun di kegiatan pembangunan Desa.

‘”Sebenarnya perempuan memiliki kemampuan yang sama dengan laki-laki namun perempuan masih jarang diberi kesempatan untuk terlibat dalam kegiatan-kegiatan, terutama di Desa”, pungkas Gita.

Diketahui, selain mendapat dukungan dari beberapa organisasi perempuan, Program Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak juga mendapat apresiasi dari pemerintah Australia dan United Nation Development Programmer (UNDP) atau Badan Program Pembangunan PBB.

Turut hadir dalam Deklarasi tersebut Sekjen Mendes PDTT, para pejabat esselon I dan II dari dua kementerian tersebut serta dihadiri secara Virtual para Gubernur dan Bupati/walikota seluruh Indonesia.

(**/Tio)