Kegiatan “Fishing de Tomini Bolsel 2019” Akan digelar Tanggal 14-16 Maret

0
382

BOLSEL,DETOTABUAN.COM – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan akan mengadakan Lomba mancing yang pertama kali diadakan yang rencananya akan mengundang peserta dari luar Sulawesi Utara, kegiatan ini akan dilaksanakan pada Tanggal 14-16 Maret 2019.

Event yang bertajuk “Fishing de Tomini Bolsel 2019” ini mengusung Tema “Wonderful H2M (Harmony,Haritage and Marine).

Untuk mendukung kegiatan berskala besar ini panitia pelaksana telah menerbitkan logo yang akan menjadi icon event ini, logo ini sendiri didesain oleh salah satu putra terbaik Bolsel Abdul Manan Syarif, Spd.

Logo yang di pakai ini memiliki makna diantaranya:

-Icon Ikan Tuna, ikan ini merupakan ikan khas perairan Bolaang Mongondow Selatan yang menjadi favorit para angler dan nelayan.
-Pinahangi, motif pinahangi merupakan motif khas dimana terkandung kearifan lokal yang mencerminkan adat istiadat Bolaang Mongondow Selatan.
-Peta , Di dalam peta ini menjelaskan wilayah Teluk tomini yang merupakan salah satu teluk terbesar di Indonesia dan Bolsel sebagai gerbang masuknya.
-Joran melengkung , merupakan sensasi strike yang ingin dirasakan para angler ketika mengikuti event ini.

Ketua Panitia Pelaksana Bobby SB Sampe,S.IK dikutip dari Web resmi Disparbud, menyampaikan pihaknya mengharapkan logo ini bisa menjadi media promosi event nanti, sehingga peserta dari luar daerah bisa langsung mengenal ciri khas Bolsel dan tertarik mengikuti event ini.

“saya berharap Logo yang sudah ada ini bisa maksimal , kami sudah bisa melaksanakan promosi secepatnya sehingga target peserta maksimal bisa terpenuhi,” Ungkapnya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Resli Paputungan,S.Pd mengungkapkan bahwa event ini diharapkan bisa meningkatkan jumlah kunjungan Wisatawan nusantara karena event ini memprioritaskan peserta dari luar sulawesi utara sehingga akan memberikan multiplier effect bagi sektor industri lainnya.

“Insya allah, peserta kami targetkan mayoritas dari luar Sulut, supaya semua sektor bisa merasakan, Hotel,maskapai,rumah makan, pedagang kecil karena nanti saat event akan ada banyak pengunjung,” Ujar Kadis.

(Utha)