Indomaret dan Alfamart Jangan Bodohi Konsumen

0
881
indomaret-alfamart
indomaret-alfamart

Penulis : Firasat Mokodompit, SE  (Ekonom dan Pemerhati Kemasyarakatan)

HARI INI 20 April 2016 kita peringati Hari Konsumen Nasional, dan kita songsong Hari Ibu Katini Pahlawan Nasional Perempuan. Apa ada korelasi dua Peringatan ini, dan kenapa tanggal ini berdekatan, logika bertepatan tentu Beda, tapi sisi Korelasi ada makna peringatan ini.

Pertama Hari Konsumen Nasional tentu kita isi dengan hal terkait hak- hak dan kewajiban Produsen pada konsumen, selain itu dimaknai Tingkatkan Produksi dalam negeri kita termasuk barang yang akan kita konsumsi, tuk tingkatkan daya saing Produk Indonesia.

Kedua, biasanya soal belanja tuk penuhi kebutuhan keluarga Ibu-Ibu yang punya gawean (kata orang Jawa), nah ibu-ibu ini bagi Produsen adalah sasaran empuk utama Marketing, dan makna hari kartini tentu diharapkan ibu-ibu semakin cerdas menentukan pilihan terbaik, sebagai Kartini masa kini, para Ibu harus lebih teliti dan cerdas, selain hak dapatkan produk baik, kualitas prima juga harga bersaing alias wajar, murah berkualitas.

Trus apa korelasi Hari Konsumen, Hari Kartini, Indomaret dan Alfamart ? 

Setali tiga mata uang, tidak bisa dipisahkan tiga momentum ini, hari Konsumen Kewajiban Konsumsi Produk dalam negeri dan ciptakan produk sendiri yang berkualitas, sekaligus  Konsumen dijamin hak-haknya. Hari Kartini adalah peringati  Sosok Wanita pergerakan yang Sederhana, yang Emansipatif dan juga Wanita Tangguh yang saat ini diharapkan tampil wanita atau Kartini 2 Cerdas. Sedangkan Indo Maret, Alfa Mart adalah dua Vendor Retail Modern, yang bak ‘Singa Lapar’ melahap Warung-Warung, sederhana dan berada di emperan dipelosok desa kelurahan.

Kita tidak bisa menolak Indo Maret atau Alfa Mart, yang tercatat sudah 100-an lebih Geray di Kabupaten Kota se-Sulut, bahkan Ribuan se-indonesia, yang saat ini juga sedang garap dan bangun Kotamobagu, Bolmong. Bolmut. Dari sisi bisnis, kita tidak bisa menolak Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) sudah diberlakukan, kita akan tergilas MEA jika tidak siap dan tidak mampu imbangi kondisi ini, termasuk lakukan Reposisi usaha ekonomi rakyat.

Nah, diperhadapkan dengan Situasi kekinian maka Perbankan jangan tutup mata, Kebijakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) harus jalan dengan tanpa agunan, tentu sasaran pelaku usaha kecil dan menengah agar Warung-Warung, ‘torang pe Opa- Oma’, Mama Papa tidak tergilas Indomaret dan Alfamart. Selain itu kita dorong Pemerintahan OD-SK segera mungkin keluarkan Payung Hukum Badan  Usaha Daerah atau Desa, yang sasarannya Perkuat Ekonomi Rakyat dan bangun Sinergytas Peningkatan usaha rakyat.

Hak konsumen perlu dilindungi

Kritik untuk Indomaret & Alfamart, strategi Marketing itu perlu, sebagai Vendor Besar tentu berbagai strategi harus dimainkan direksi atau CEO, namun jgn hanya kepentingan Bisnis dikedepankan dgn meraup keuntungan besar tapi Hak Konsumen diabaikan, dan bahkan Ibu-Ibu jadi ‘korban’.

Tidak bisa dipungkiri bahwa Ibu- Ibu adalah sasaran Marketing Vendor sekelas Indo Maret Alfa Mart, dgn iming-iming Promo, Harga Murah, Beli Satu Gratis Satu,  beli Limit 100 ribu dapat Minyak Goreng atau Sabun atau hadiah piring, gelas dan Macam-macam Promo lainnya. Secara Kebetulan Ketertarikan Ibu-ibu  belanja karena ada Promo didepan Toko pakai Spanduk dll atau via Media Cetak Elektronik sudah menjadi Tradisi atau bahasa keren-nya Trend. Tapi mereka lupa bahwa Konsumen sedang dimainkan Produsen.

Kita bahas Indo Maret dan Alfa Mart, begitu masuk Geray atau Tokonya kesan pertama Terang, Bersih, Ber-AC, dan layanan karyawan yang menyapa KITA# Selamat Datang Di Indo Maret Atau Alfa Mart# selamat berbelanja, di monitor TV jelas Iklan Indo Maret/ Alfa Mart yg sampaikan dengan Geray sekian, layani Anda dengan Promo dan Harga Murah, ada juga 24 jam kami melayani anda, manakala# Warung-Warung# sudah tutup semua.

Kesemua strategi belanja nyaman Ibu-Ibu justru harus Berhati-hati, kenapa ?

Kita jangan terkecoh harga Murah, padahal jauh lebih Murah jika kita ke Jumbo- Fresh Mart atau Multi Mart,  contoh sederhana, 4 kali belanja Ke indo Maret Alfa Maret harga 1 bungkus biscuit merk Le-Mond product Julie’s harganya 4.900/ bungkus, begitu ke lima kali belanja, depan kasir ada 10 Product dipajang dimeja, dengan berbagai Promo, ada Turun Harga, ada Beli Dua Gratis satu, ada juga beli satu Gratis satu yang kebetulan Biscuit itu. Apa yang terjadi, begitu Transaksi ternyata harganya satu 9.900 rupiah. Cek di Struk sebelumnya cuman 4.900/ bungkus berarti ada Naik Harga 100 rupiah/2 bungkus, karena harus bayar 9.900 seharusnya 9.800/ 2 bungkus harga normal sebelumnya.

Tulisan diatas inilah yang saya maksud Proses Strategi Marketing’ Bodohi Rakyat atau Konsumen, memang cuman 100 rupiah, dengan Geray ribuan maka mereka keruk keuntungan luar biasa. Memang tidak ada unsur PENIPUAN atau Pidana dan seterusnya, namun Kewajiban Produsen Indo Maret Alfa Maret harus Lindungi dong hak Konsumen, dan ini yang saya maksudkan Ibu-Ibu jangan terkecoh harga murah/ Teliti Sebelum Membeli.

Belum lagi hak kami konsumen yg hanya Lift Service, tertulis tempat parkir ditembok pagar #Parkir Konsumen Indo Maret Alfa Mart GRATIS# Begitu selesai belanja naik mobil langsung prit prit trus trus trus, terpaksa 2000 saja (Biaya parkir.red).

Begitu juga Toilet, hampir 90 Persen Toilet Indo Maret dan Alfa Mart BERMASALAH, kotor, bau, penuh Tissue dan tumpukan barang bekas, dimana kontrol Store Managernya, terkesan mau Konsumen nya karena BELANJA, tapi skali lagi diabaikan hak konsumen nya atau Pelayanan Terbaik. Pupus Image Bangga saat masuk, dan Murah. Saat keluar toko.

Momentum Hari Konsumen Nasional inilah kami perlu Kritisi berbagai sisi lemah yang tidak berpihak pada Hak Konsumen, dan melalui momentum inilah STOP gunakan Strategi Marketing’ yang RUGIKAN KONSUMEN. Kalian akan rugi ditinggalkan Konsumen dan Image Geray Modern Permainkan Harga Rugikan Masyarakat dgn Promo Pembodohan yang juga rugikan konsumen.

Konsumen saat ini semakin Cerdas, yg walau kadang LALAI, namun jangan Kelalaian Kami dijadikan keuntungan kalian. Smoga…………

#Diujung Cemeti ada Emas, Kritisi tuk Kepentingan orang banyak adalah Ibadah#