Musang Sulawesi ‘Si Pemalu yang Misterius’ Berhasil Terekam Kamera di TNBNW

0
143

BOLMONG,DETOTABUAN.COM— Musang sulawesi (Macrogalidia Musschenbroekii), si endemik Sulawesi yang dianggap paling misterius, kembali terekam kamera penjebak di Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW).

Satwa yang didaftarkan sebagai spesies rentan oleh International Union for Conservation of Nature karena penurunan populasi ini, berhasil dideteksi di Gunung Poniki, pada 13 April 2019 lalu, muncul sekali dan berhasil diabadikan kamera.

Dalam rilis yang diterima, sejak tahun 2017, Balai TNBNW telah mendeteksi kehadiran musang sulawesi sebanyak 22 kali di tiga lokasi Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN), yaitu SPTN 1 Limboto sebanyak 16 kali, SPTN 2 Doloduo sebanyak lima kali dan SPTN 3 Maelang sebanyak satu kali.

Catatan kehadiran musang sulawesi ini diperoleh baik menggunakan kamera penjebak, laporan masyarakat, maupun perjumpaan langsung.

Kegiatan monitoring satwa kunci ini merupakan bagian dalam pengembangan kegiatan Resort Based Management (RBM) di TNBNW.

ketua tim monitoring Herman Lumenta, yang bertugas saat itu menyatakan, kegiatan ini merupakan rangkaian monitoring secara menyeluruh dengan menggunakan kamera penjebak untuk kawasan TNBNW.

“Namun kami memilih beberapa lokasi penting untuk mendalami keberadaan satwa kunci lebih lanjut dengan menggunakan kamera penjebak ini lebih intensif,” kata Herman.

Sementara itu, Kepala Balai TNBNW Supriyanto berharap, monitoring satwa kunci dengan penggunaan kamera penjebak ini, dapat dilakukan secara reguler dan mendorong penelitian-penelitian lain untuk memperdalam informasi yang telah diperoleh dari kamera penjebak tersebut.

“Kami juga sangat mengapresiasi kerja keras seluruh staf di tingkat Resort sampai di tingkat Balai dan dukungan mitra dalam melaksanakan RBM ini. Sehingga kualitas dan kuantitas data TNBNW dapat terus ditingkatkan,” kata Supriyanto.

Sekadar diketahui, musang sulawesi adalah satu-satunya ordo karnivora asli Sulawesi dan tersebar terbatas hanya pada beberapa tempat di Sulawesi Utara, Tengah, dan Tenggara.

Satwa pemalu ini, menurut badan konservasi dunia IUCN, berstatus rentan (Vulnarable) akibat gangguan dan perubahan habitat, serta perburuan.

Rangkaian perjumpaaan di kawasan TNBNW ini, menambah catatan wilayah persebaran satwa ini yang memang terbatas informasinya.

Perjumpaan kali ini kembali menegaskan bahwa TNBNW merupakan salah satu kawasan kunci dan terpenting bagi penyebaran musang sulawesi.

Monitoring satwa kunci dengan penggunaan kamera penjebak di kawasan TNBNW merupakan kerjasama yang dilakukan balai dengan mitra, khususnya EPASS-Project dalam pengadaan kamera penjebak ini, serta WCS-Indonesia Program dalam teknis pelaksanaannya.

Saat ini telah dilakukan survei kamera penjebak di bagian timur dan barat kawasan. Dalam 2019 ini akan segera dilaksanakan survei lanjutan untuk bagian utara kawasan. (Ind)