Komunitas Pasar di Bolmong Dibekali Cara Mengetahui Keamanan Pangan  yang Layak Dijual

0
12
Komunitas Pasar di Bolmong Saat Mengikuti Penyuluhan dari BPOM Sulut dan Dinas Perdagangan dan ESDM Bolmong. (Foto: Ist)

BOLMONG,DETOTABUAN.COM – Dalam rangka pasar pangan aman berbasis komunitas di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui Dinas Perdagangan dan ESDM bersama Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Sulut, menggelar penyuluhan kepada komunitas pasar di Bolmong.

Kegiatan berlangsung di rumah makan Arsyla Lolak, Rabu (23/06/2021). Menurut Kepala Dinas melalui Kepala Bidang Perdagangan dan ESDM Helmidha Mokodongan, peserta penyuluhan dari para pelaku usaha pasar Lolak, karena Lolak merupakan ibu kota Bolmong, penyuluhan berikut akan diundang pasar lain. “Penyuluhan ini bertujuan agar penjual dapat mengetahui bahaya dalam keamanan pangan,” kata dia.

Dia menjelaskan, narasumber dalam penyuluhan ini oleh Kepala Bidang SDK Dinas kesehatan Lucky L. Rumopa. M.Kes, dan Dra Maria Sarlota Patabang Apt, dari BPOM Provinsi Sulawesi Utara. “Saya sendiri membuka kegiatan tersebut mewakili Kepala Dinas Perdagangan dan ESDM Bolmong,” ujar Helmidha.

Sementara itu, dari BPOM Manado Dra Maria Sarlota Patabang, Apt dalam materinya berkata, penyuluhan kali ini akan membahas bahan pangan yang berbahaya yang tidak layak dikonsumsi oleh masyarakat. Agar para pedagang di pasar mengetahui mana bahan pangan yang layak dijual atau tidak. “Para pelaku usaha dipasar harus menjamin pangan yang layak dijual. Baik itu, berupa bahan baku buah – buahan dan pangan siap saji seperti kue,” pinta Maria.

Lanjutnya, keamanan pangan merupakan tugas kita semua namun yang terkhusus bagi pelaku dipasar ketika mengetahui bahaya pangan yang tidak layak dikonsumsi agar segera memperbaikinya sebab ini demi kesehatan dan keselamatan kita bersama.

Ia pun menyebutkan, ada tiga hal bahaya dalam keamanan pangan yakni bahaya fisik seperti batu, rambut, serangga, plastik. Kemudian bahaya biologi seperti roti yang sudah menjamur, sedangkan bahaya kimia berupa logam berat dan pupuk. “Tiga hal bahaya tersebut bila dilakukan tentu lama kelamaan akan menjadi penyakit didalam tubuh kita seperti gagal ginjal dan lain – lain,” ungkap Maria.

Tak hanya itu, penyimpanan bahan makanan dikulkas tidak menjamin akan membunuh kuman. Hanya untuk memperlambat pertumbuhan jamur. “Apalagi kulkasnya buka tutup, malah akan mempercepat pertumbuhan jamur dan ini tentu sangat beresiko terhadap kesehatan manusia,” tutur Maria.

Untuk itu, Maria menegaskan menyimpan makanan dalam kulkas paling lama tiga hari, jika lebih dari itu tentu akan beresiko pada kesehatan manusia bila dikonsumsi. “Paling bersih itu jika mengkonsumsi air PDAM yang merupakan milik dari pemerintah sebab dijamin kadarnya karena setiap saat mereka cek airnya melalui laboratorium,” tutupnya. (Ind)

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.