Aktivitas PT JRBM Dihentikan Sementara, Yasti Apresiasi Langkah Cepat Pihak Perusahaan Memutus Mata Rantai Covid-19

0
54
Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow. (Foto: Indra S. S. Ketangrejo)

 

BOLMONG,DETOTABUAN.COM– Aktivitas penambangan PT J Resources Bolaang Mongondow (PT JRBM) dihentikan sementara oleh pihak manejemen perusahaan selama empat hari kedepan.

Ini sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di area perusahan dan sekitarnya. Langkah cepat yang dilakukan oleh Manajemen PT JRBM, untuk menghentikan sementara operasional penambangan di site Bakan itu mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow (Bolmong) dalam hal ini Bupati Yasti Soepredjo Mokoagow.

“Kami sebagai pemerintah dan tim penanggulangan Covid -19 di Kabupaten Bolmong tentu memberi apresiasi dan dukungan kepada manajemen PT JRBM sebagai upaya mereka menanggulangi Covid-19,” kata Bupati.

Ditambahkan Bupati, dari aspek operasional perusahaan, tentu ini berat. Tapi demi keselamatan karyawan dan keluarganya, langkah-langkah yang diambil oleh PT JRBM sudah tepat. “Mereka lebih mengedepankan aspek kesehatan karyawan dan kemanusiaan,” tambahnya.

Ia juga mengaku, pemerintah tahu apa yang sudah dilakukan oleh PT JRBM selama ini. “Mereka kami tahu sangat ketat dan disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan. Juga melakukan testing, treasing dan treatment bagi karyawannya. Termasuk melakukan isolasi mandiri secara terpusat di beberapa hotel, ini menandakan mereka sangat serius,” ujar Bupati.

Ta hanya itu, Penghentian sementara operasi PT JRBM, juga di ikuti dengan testing PCR semua karyawan. “Karyawan incamp disite akan di isolasi dan dianggap masuk kerja,” ungkap Bupati.

Bupati pun tahu, langkah – langkah apa saja yang akan dilakukan oleh PT JRBM selama aktivitas penutupan. Selain Tes PCR juga akan melakukan sterilisasi terhadap semua unit dan tempat di site Bakan.

Sementara itu, Direktur Utama PT JRBM Edi Permadi menjelaskan terkait alasan mengapa JRBM harus menutup sementara kegiatan operasional. “Ini merupakan pilihan terbaik saat ini untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 semata-mata untuk melindungi karyawan dan segenap keluarga,” katanya

Kata Edi, karyawan adalah aset yang paling berharga yang harus dilindungi. Meski dengan menghentikan kegiatan operasi harus kehilangan sejumlah potensi pendapatan, namun perusahaan lebih mengutamakan kesehatan dan keselamatan pekerja dan keluarga.

“Jadi selama tidak ada aktivitas penambangan, perusahaan akan melakukan beberapa kegiatan pemulihan mulai dari penyemprotan disinfektan di beberapa lokasi seperti mess, kantor dan fasilitas lainnya,” ungkap Edi.

Selain itu, perusahaan juga akan tetap fokus merawat dan memperhatikan para pekerja yang saat ini sedang isolasi mandiri. “Mereka akan secara rutin diperiksa dan dirawat dokter perusahaan, diperhatikan semua kebutuhannya. Kami berharap mereka segera sembuh dan bisa kembali bergabung bersama keluarganya,” tutupnya. (Ind)

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.