Akui Perdes Tambat Labuh Masih Tunggu Register, Sangadi Botuliodu: yang Diminta Itu Sumbangan

0
108

BOLSEL,DETOTABUAN.COM – Polemik permintaan Retribusi yang dilakukan Pemerintah Desa Botuliodu Kecamatan Tomini, ke pemilik Kapal Motor (KM) atau Pajeko yang biasa berlabuh di tambatan perahu (Pelabuhan Kecil) Botuliobu, akhirnya terjawab.

Sangadi Botuliodu Hitler Gintulangi mengungkapkan yang diminta Pemdes Botuliodu ke pemilik Kapal Motor dan Pajeko itu bukan retribusi perikanan, namun hanya sebatas partisipasi atau sumbangan.

“Memang untuk penagihan retribusi tambat labuh ini belum bisa dilakukan, sebab Peraturan Desa (Perdes) terkait hal itu masih menunggu register dari bagian hukum Setda Bolsel, sehingga yang kami minta itu baru sebatas partisipasi atau sumbangan,” ujarnya saat menghubungi detotabuan.com, Jumat (05/11/2021) siang tadi.

Hal ini kata dia sangat wajar, sebab tambatan perahu yang ada di Desa Botuliodu itu, dibangun menggunakan dana desa (DD) tahun 2019 oleh Sangadi sebelumnya, dengan pagu anggaran Rp 420.000.000,- (empat ratus enam puluh juta).

“Namanya aset desa kan berarti harus ada kontribusi untuk desa apalagi itu dibangun dari DD, sehingga berdasarkan musyawarah dengan seluruh perangkat, BPD dan tokoh tokoh adat, tokoh masyarakat, maka disepakati, setiap kapal yang berlabuh minimal memberikan kontribusi untuk desa sembari menunggu payung hukumnya,” terangnya.

Ia juga membantah soal informasi besaran partisipasi yang dipatok hingga Rp 100ribu ataupun disesuaikan dengan pendapatan nelayan, sebagaimana disampaikan pengelola KM. Merpati 03, Sarce Lagandi.

“Jadi tidak ada yang mematok harus 100ribu, kalau ada mungkin itu perbuatan oknum, nanti saya akan klarifikasi ke orang lapangan, karena instruksi saya itu hanya sesuai keihklasan nelayan,” sebutnya.

Kedepan kata Hitler, jika Perdes retribusi tambat labuh ini keluar registernya, maka retribusi ijin tambat labuh di pelabuhan Botuliodu akan resmi diberlakukan.

“Kami akan mengundang seluruh nelayan dan pemilik kapal yang biasa melakukan bongkar muat disitu untuk dilakukan sosialisasi, biar kedepan tidak ada lagi mis komunikasi seperti ini,” pungkasnya.

(Red)

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.