Pengaman Pantai Batu Pinagut Resmi Diserahkan, Bupati Boltara Dorong Jadi Destinasi Wisata

oleh -10 Dilihat
oleh
Bupati Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Dr. Sirajudin Lasena, SE., M.Ec.Dev., secara resmi melaksanakan serah terima aset pembangunan pengaman Pantai Batu Pinagut

Detotabuan.com,BOLTARA – Bupati Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Dr. Sirajudin Lasena, SE., M.Ec.Dev., secara resmi melaksanakan serah terima aset pembangunan pengaman Pantai Batu Pinagut yang dirangkaikan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi I dan Pemerintah Kabupaten Boltara. Kegiatan ini berlangsung di kawasan Pantai Batu Pinagut, Kamis (15/1/2026).

Serah terima ini menandai dimulainya pengelolaan bersama aset strategis yang tidak hanya berfungsi sebagai pelindung wilayah pesisir dari ancaman abrasi, tetapi juga disiapkan sebagai ruang publik dan kawasan wisata unggulan di Boltara.

Dalam sambutannya, Bupati Sirajudin Lasena menyampaikan apresiasi atas perhatian besar pemerintah pusat melalui BWS Sulawesi I terhadap pembangunan infrastruktur di daerahnya. Menurutnya, kehadiran pengaman pantai ini merupakan bukti nyata kolaborasi yang berdampak langsung pada masyarakat.

Baca Juga :  Syaiful Manang Bantah Isu Koalisi dalam Pilkades Bukamog

“Kami sangat berterima kasih kepada Balai Wilayah Sungai Sulawesi I yang telah membangun pengaman pantai Batu Pinagut dengan kualitas yang sangat baik. Ini bukan hanya soal perlindungan wilayah, tapi juga tentang masa depan kawasan ini,” ujar Sirajudin.

Ia menegaskan bahwa proyek tersebut tidak dirancang semata-mata sebagai struktur teknis, melainkan sebagai kawasan multifungsi yang mampu memberi nilai tambah bagi masyarakat. Pemerintah daerah, kata dia, menargetkan Pantai Batu Pinagut menjadi salah satu ikon wisata Boltara.

“Ini bukan sekadar pengaman pantai. Kita ingin kawasan ini menjadi ruang publik yang hidup, tempat masyarakat berkumpul, sekaligus destinasi wisata yang bisa dibanggakan,” ucapnya.

Bupati Sirajudin juga menaruh harapan besar terhadap dampak ekonomi yang dapat ditimbulkan dari pengelolaan kawasan tersebut. Ia optimistis, dengan infrastruktur yang sudah tersedia, geliat pariwisata akan meningkat dan memberi efek berantai bagi pelaku UMKM.

Baca Juga :  Di Bolmong Sudah Ada Positif Covid-19, Yasti Imbau Warga Melaksanakan Salat Idul Fitri di Rumah Saja

“Kalau wisata bergerak, UMKM ikut hidup. Masyarakat bisa berjualan, membuka jasa, dan memperoleh penghasilan. Di situlah ekonomi daerah tumbuh,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala BWS Sulawesi I Manado, Ir. Sugeng Harianto, MSi, MT, mengungkapkan bahwa pembangunan pengaman pantai Batu Pinagut sejak awal dirancang dengan pendekatan yang mempertimbangkan aspek estetika dan keberlanjutan.

“Saya selalu tekankan kepada tim, jangan sampai pembangunan ini merusak keindahan pantai. Pengaman pantai harus memberi rasa aman, tapi juga tetap sedap dipandang,” kata Sugeng.

Ia menjelaskan, penataan lanskap menjadi bagian integral dari proyek ini. Menurutnya, keberadaan infrastruktur harus bisa menyatu dengan alam dan memberi kenyamanan bagi pengunjung.

“Manfaatnya bukan hanya untuk perlindungan dari abrasi dan gelombang laut, tapi juga menciptakan kawasan yang menarik, nyaman, dan ramah untuk wisata,” jelasnya.

Baca Juga :  Ini Penjelasan Humas ARTHA GRAHA Terkait Penyaluran KUR melalui Mekanisme Mitra SP3 'Bapak Angkat'

Sugeng menilai, keberadaan infrastruktur yang baik terbukti mampu mendorong aktivitas ekonomi masyarakat. Ia menyebut, sejak kawasan ini mulai dikenal luas, jumlah pengunjung terus meningkat.

“Sekarang kita lihat sendiri, masyarakat mulai ramai datang, wisatawan singgah, dan warga sekitar bisa memperoleh penghasilan dari aktivitas wisata,” tuturnya.

Ia juga menyinggung viralnya Pantai Batu Pinagut di media sosial sebagai tantangan sekaligus motivasi. Menurutnya, hal itu menjadi bukti bahwa konsep pengaman pantai yang dikombinasikan dengan penataan wisata sangat relevan.

“Sekarang setiap usulan pengaman pantai selalu diminta sekaligus ada penataan kawasan wisata. Batu Pinagut ini menjadi contoh bahwa infrastruktur bisa sekaligus menjadi destinasi,” pungkasnya.

(Ipul)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.