Hadiri Perayaan Tahun Baru Imlek 2577, Gubernur Yulius Tegaskan Komitmen Toleransi dan Persatuan

oleh -8 Dilihat
oleh

Detotabuan.com,SULUT – Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili tingkat Provinsi Sulawesi Utara berlangsung penuh kehangatan dan makna kebersamaan.

Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, hadir langsung dalam perayaan syukur yang digelar di Graha Gubernuran, Manado, Minggu (22/2/2026).

Kehadiran orang nomor satu di Sulawesi Utara tersebut menjadi momen istimewa, sekaligus simbol penguatan toleransi dan kebersamaan lintas agama di daerah yang dikenal sebagai Bumi Nyiur Melambai.

Acara berlangsung khidmat namun hangat, mempertemukan tokoh agama, masyarakat Tionghoa, unsur pemerintah, serta perwakilan berbagai elemen masyarakat dalam satu ruang kebersamaan.

Dalam sambutannya, Gubernur Yulius menegaskan bahwa perayaan Imlek tidak hanya bermakna budaya dan tradisi, tetapi juga menjadi refleksi nilai kehidupan yang lebih luas.

Baca Juga :  Bruakk !!! Pohon Tumbang, Pengendara Bentor jadi Korban

Ia menyoroti pentingnya keadilan sebagai fondasi utama dalam menghadapi berbagai persoalan sosial, termasuk kemiskinan.

Hal tersebut sejalan dengan tema nasional perayaan Imlek tahun ini, yakni “Kalau Ada Keadilan, Tiada Persoalan Kemiskinan” (Lunyu XVI:1.10). Menurutnya, nilai tersebut relevan dengan tantangan pembangunan yang dihadapi masyarakat saat ini.

“Perayaan Imlek bukan sekadar tradisi, tetapi refleksi bagi kita semua untuk terus menghadirkan keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat. Jika keadilan tegak, maka kesejahteraan akan tercipta dan kemiskinan dapat kita atasi bersama,” ujar Gubernur di hadapan para undangan.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada komunitas Tionghoa di Sulawesi Utara yang dinilai memiliki peran penting dalam pembangunan daerah.

Baca Juga :  Upacara Hari Bela Negara di Sulut, Gubernur Tekankan Nasionalisme dan Kesetaraan

Kontribusi tersebut tidak hanya dalam bidang ekonomi, tetapi juga dalam menjaga stabilitas sosial melalui semangat toleransi dan kebersamaan.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, lanjutnya, berharap nilai kebajikan, harmoni, dan solidaritas sosial yang menjadi inti perayaan Imlek terus tumbuh dan mengakar dalam kehidupan masyarakat.

Sulawesi Utara pun diharapkan tetap menjadi contoh kerukunan umat beragama di tingkat nasional.

Sementara itu, Ketua Matakin Sulawesi Utara, Ws Pon Riano Baggy, menyampaikan rasa haru dan terima kasih atas kehadiran Gubernur dalam perayaan tersebut. Ia menyebut momen ini sebagai sejarah baru bagi komunitas Tionghoa di daerah.

“Terima kasih Bapak Gubernur Yulius, bapak seperti orang tua kami. Terima kasih sudah hadir bersama kami,” ucapnya.

Baca Juga :  Natal 2025, Gubernur Yulius Sampaikan Pesan Damai dan Harapan Baru untuk Sulawesi Utara

Perayaan Imlek tahun ini juga terasa semakin istimewa karena dirangkaikan dengan buka puasa bersama umat Muslim serta anak-anak panti asuhan.

Suasana kekeluargaan begitu terasa, mencerminkan semangat kebersamaan lintas iman yang menjadi kekuatan utama masyarakat Sulawesi Utara.

Kegiatan turut dihadiri jajaran Forkopimda Sulut, kepala Kantor Kementerian Agama Sulut, para kepala daerah, serta tokoh-tokoh lintas agama. (***)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.