Detotabuan.com,KOTAMOBAGU – Konferensi Daerah (Konferda) ke-IV Persatuan Wartawan Indonesia Kota Kotamobagu dipastikan bakal menjadi momentum penting bagi arah organisasi wartawan di daerah tersebut.
Forum tiga tahunan itu dijadwalkan berlangsung pada 27 Maret 2026 di Hotel Sutanraja Kotamobagu, dengan agenda utama memilih ketua baru untuk masa bakti 2026–2029.
Keputusan mengenai waktu dan lokasi Konferda di Kota Kotamobagu tersebut dihasilkan dalam rapat pembentukan panitia yang dipimpin Pelaksana Tugas Ketua PWI setempat, Fahmi Gz Gobel.
Rapat itu membahas berbagai aspek teknis pelaksanaan, mulai dari kesiapan administrasi peserta hingga mekanisme penjaringan bakal calon ketua.
Panitia yang terbentuk langsung bergerak menyiapkan seluruh kebutuhan kegiatan, termasuk proses verifikasi anggota yang memiliki hak pilih.
Tahapan ini menjadi krusial untuk memastikan jalannya Konferda berlangsung sesuai aturan organisasi serta menjaga legitimasi hasil pemilihan.
Sekretaris PWI Kotamobagu, Harley Rey Paputungan, menegaskan bahwa seluruh persiapan terus dimatangkan.
Menurutnya, panitia berupaya memastikan setiap tahapan berjalan tertib, transparan, dan sesuai mekanisme yang berlaku.
“Secara prinsip kami siap. Panitia sudah terbentuk dan langsung bekerja menyiapkan kebutuhan Konferda, termasuk verifikasi anggota yang memiliki hak pilih,” ujarnya usai rapat persiapan.
Harley menekankan bahwa Konferda bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan forum strategis yang menentukan arah kebijakan dan program kerja PWI Kotamobagu ke depan.
Ia berharap seluruh anggota berpartisipasi aktif, sekaligus menjaga suasana tetap kondusif selama proses berlangsung.
“Ini momentum penting untuk menentukan masa depan organisasi. Karena itu kami berharap semua anggota terlibat secara konstruktif,” katanya.
Menjelang pelaksanaan Konferda, dinamika internal mulai terasa. Sejumlah nama disebut-sebut berpotensi meramaikan bursa calon ketua.
Mereka di antaranya Ketua incumbent Junaidi Amra, Plt Ketua Fahmi Gz Gobel, serta Owner Totabuan News, Konni Balamba.
Meski demikian, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari para kandidat mengenai kesiapan mereka maju dalam pemilihan. Situasi ini membuat spekulasi di kalangan anggota semakin berkembang.
Beberapa anggota PWI yang ditemui menyebut persaingan kali ini berpotensi berlangsung kompetitif.
Selain pengalaman organisasi, rekam jejak profesional serta komitmen terhadap penguatan kualitas jurnalistik menjadi faktor yang dipertimbangkan dalam menentukan pilihan.
Menurut mereka, kepemimpinan PWI Kotamobagu ke depan diharapkan mampu memperkuat solidaritas internal, menjaga independensi, serta meningkatkan kapasitas wartawan di tengah tantangan industri media yang terus berubah.
Konferda ke-IV ini pun dipandang sebagai momentum konsolidasi organisasi sekaligus ajang regenerasi kepemimpinan.
Harapannya, forum tersebut dapat melahirkan figur yang tidak hanya mampu merangkul seluruh anggota, tetapi juga menjaga marwah profesi wartawan di daerah.
Dengan persiapan yang terus dimatangkan dan dinamika kandidat yang mulai menghangat, Konferda PWI Kota Kotamobagu 2026 diprediksi menjadi salah satu agenda organisasi paling menarik untuk disimak dalam waktu dekat. (Tio)





