Detotabuan.com,BOLSEL – Kelestarian alam di Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) kini menjadi prioritas utama. Tak sekadar menjaga apa yang terlihat di mata, Pemerintah Kabupaten Bolsel mulai memperketat pengawasan terhadap potensi bawah tanah demi menjaga napas ekosistem di Koridor Hidupan Liar Tanjung Binerean.
Hal ini ditegaskan oleh Bupati Bolsel, H. Iskandar Kamaru SPt, MSi, dalam pertemuan tahunan Forum Kolaborasi Pengelolaan Koridor Hidupan Liar Tanjung Binerean yang digelar di Hotel Sutan Raja Kotamobagu, Rabu (25/2/2026). Bupati Iskandar mengingatkan bahwa tantangan lingkungan saat ini jauh lebih kompleks.
”Masalah lingkungan hari ini bukan hanya yang terlihat di atas permukaan tanah, tetapi juga potensi yang terkandung di dalamnya. Dibutuhkan solusi konkret melalui kolaborasi semua pihak agar keseimbangan antara pemanfaatan dan pelestarian tetap terjaga,” tegas Bupati Iskandar di hadapan para pemangku kepentingan.
Bupati yang dikenal vokal soal isu lingkungan ini memaparkan, bahwa wilayah Bolsel telah ditetapkan sebagai kawasan dengan Nilai Konservasi Tinggi (NKT). Status ini bukan sekadar label, melainkan tiket untuk membawa isu pelestarian Bolsel ke tingkat nasional melalui Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Bolsel dikaruniai kekayaan alam yang melimpah, mulai dari sektor pertambangan hingga perkebunan luas. Namun, kekayaan ini ibarat dua sisi mata uang yang menjadi tantangan besar bagi keberlanjutan lingkungan.
Untuk membentengi alam dari kerusakan, Pemda Bolsel tengah menggodok regulasi baru berupa Peraturan Daerah (Perda) tentang perlindungan kawasan konservasi berbasis masyarakat. Aturan ini diharapkan mampu memberdayakan warga lokal sebagai garda terdepan pelindung hutan.
Tak hanya lewat regulasi, aksi nyata juga dilakukan dengan merangkul sektor swasta. Bupati Iskandar mengungkapkan rencana kerja sama dengan PT JRBM untuk program penanaman pohon massal.
”Program ini diharapkan mampu menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat di sekitar koridor,” jelas pasangan duet Wabup Deddy Abdul Hamid tersebut.
Kepala BKSDA Sulawesi Utara Danny Hendry Pattipeilohy menyambut baik langkah progresif ini. Pihaknya berjanji akan melakukan penyesuaian aturan agar status kawasan konservasi tidak menghambat pemanfaatan yang bertanggung jawab. Tim khusus pun segera dibentuk untuk mengkaji kebijakan teknis agar sinergi ini berjalan mulus di lapangan.
Acara ini turut dihadiri oleh Ketua DPRD Bolsel Ir. Ariffin Olii, jajaran pejabat tinggi pratama, camat, hingga sangadi (kepala desa) yang wilayahnya bersinggungan langsung dengan koridor tersebut.
(Tio)





