Diduga Material Lumpur Pekerjaan Halaman SPBU Picu Debu,Warga Kuala Mengeluh

oleh -19 Dilihat

Detotabuan.com, Boltara – Warga Desa Kuala Utara, Kecamatan Kaidipang, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara), mengeluhkan kondisi jalan berdebu yang diduga berasal dari lumpur pekerjaan proyek di halaman SPBU Pertamina Kuala Utara, yang berada di jalur strategis Jalan Trans Sulawesi.

 

Lumpur tanah yang tercecer di badan jalan hingga kini belum dibersihkan. Kondisi tersebut dinilai mengganggu kenyamanan warga, terutama para pedagang yang beraktivitas di sekitar lokasi SPBU.

 

Menurut warga,material lumpur tersebut menimbulkan dua masalah serius. Saat musim hujan, tanah berubah menjadi becek dan licin sehingga membahayakan pengguna jalan. Sementara pada cuaca panas, debu beterbangan dan mengganggu pengendara roda dua, bahkan mengotori lapak pedagang di sekitar area SPBU.

Baca Juga :  Open Turnamen Taekwondo Bupati Bolmut Cup II Tahun 2025 Resmi Dibuka

 

“Kalau hujan jalannya licin dan becek, kalau panas debunya sangat mengganggu. Kami yang berjualan di sini paling merasakan dampaknya,” ungkap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya kepada awak media, Jumat (23/1/2026), di lokasi SPBU.

 

Warga pun, berharap pihak terkait segera mengambil langkah cepat untuk membersihkan sisa material tersebut agar tidak terus menimbulkan dampak negatif, baik bagi masyarakat sekitar maupun pengguna Jalan Trans Sulawesi yang melintas setiap hari.

 

Saat dikonfirmasi awak media melalui pesan WhatsApp, Pengawas Pertamina, Iwan Rahma, menyampaikan bahwa pekerjaan di lokasi SPBU Pertamina Kuala Utara masih dalam tahap proses.

 

Iwan menjelaskan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan kontraktor pelaksana terkait penanganan material yang berserakan dan diduga menjadi penyebab debu di sekitar area tersebut.

Baca Juga :  Dugaan Adanya Nepotisme Dalam Pengelolaan Dandes, DPRD Diminta Turun Tangan

 

“Pekerjaan masih sementara berjalan dan sudah dikoordinasikan dengan pihak kontraktor guna menindaklanjuti persoalan material yang berada di sekitar area Jalan Trans Sulawesi,” ujar Iwan Rahma.(ipul)

 

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.