Detotabuan.com,BOLSEL — Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) terus mematangkan persiapan jelang peresmian hunian tetap (Huntap) bagi warga terdampak erupsi Gunung Ruang.
Bupati Bolsel H. Iskandar Kamaru SPt, MSi turun langsung meninjau lokasi huntap di Desa Modisi, Kecamatan Pinolosian Timur, Kamis (12/2/2026), untuk memastikan seluruh kesiapan telah rampung.
Peninjauan ini dilakukan menjelang agenda peresmian resmi yang rencananya akan dilakukan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno dalam waktu dekat.
Pemerintah daerah memastikan seluruh aspek, baik fisik maupun administratif, telah dipersiapkan secara maksimal.
Di lokasi, Bupati Iskandar meninjau langsung unit rumah yang telah selesai dibangun serta berbagai fasilitas penunjang yang akan digunakan para penghuni.
Ia juga mengecek kesiapan tim teknis lintas perangkat daerah yang terlibat dalam proses relokasi permanen masyarakat terdampak erupsi Gunung Ruang dari Pulau Ruang, Kabupaten Kepulauan Sitaro.
“Infrastruktur dasar menjadi perhatian utama kami. Akses jalan lingkungan, jaringan listrik, hingga sistem air bersih harus benar-benar siap dan berfungsi optimal sebelum peresmian,” kata Bupati Iskandar saat meninjau kawasan huntap.
Selain infrastruktur dasar, pemerintah juga memastikan kelengkapan fasilitas sosial yang akan menunjang kehidupan warga di lingkungan baru.
Sejumlah fasilitas telah tersedia, mulai dari sarana ibadah, sekolah, Puskesmas Pembantu (Pustu), hingga sarana olahraga.
Tak hanya itu, sistem pengelolaan sampah berkelanjutan melalui Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R) juga telah disiapkan.
Langkah ini diambil agar kawasan hunian tidak hanya menjadi tempat tinggal sementara, tetapi berkembang sebagai lingkungan pemukiman yang layak, sehat, dan berkelanjutan.
Sebelumnya, pada Rabu (11/2/2026), sebanyak 281 warga terdampak erupsi Gunung Ruang dari Pulau Ruang telah tiba di Bolsel sebagai kloter pertama relokasi permanen.
Mereka menjadi penghuni perdana di kawasan Huntap Modisi, yang disiapkan pemerintah sebagai lokasi hunian baru yang aman dari potensi bencana.
Bupati Iskandar menegaskan, relokasi ini bukan sekadar pemindahan tempat tinggal, melainkan bagian dari upaya membangun kehidupan baru yang lebih baik bagi para penyintas bencana.
“Kami ingin memastikan proses relokasi berjalan lancar, tertata, dan manusiawi. Ini bukan hanya soal menyediakan rumah, tetapi memastikan saudara-saudara kita dapat memulai kehidupan baru dengan layak,” ujarnya.
Ia juga berharap kehadiran warga eks Pulau Ruang nantinya dapat berkontribusi positif terhadap pertumbuhan sosial dan ekonomi di Bolsel.
Menurut Bupati Iskandar, relokasi ini merupakan kebijakan pemerintah pusat dalam menjamin keselamatan serta keberlanjutan kehidupan masyarakat terdampak erupsi Gunung Ruang.
Penetapan Bolsel sebagai lokasi relokasi permanen telah melalui berbagai kajian komprehensif dan koordinasi lintas kementerian.
Pemkab Bolsel, lanjutnya, siap menyambut agenda peresmian oleh Menko PMK sebagai simbol dimulainya babak baru kehidupan masyarakat relokasi.
“Kami siap menyambut peresmian resmi oleh Pak Menko PMK sebagai penanda dimulainya kehidupan baru bagi masyarakat eks Pulau Ruang di Bolsel,” tegasnya.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Iskandar didampingi para pejabat tinggi pratama Pemda Bolsel, jajaran pemerintah kecamatan dan desa setempat, perwakilan Kemenko PMK, serta pihak pengembang kawasan huntap. (Tio)





