Detotabuan.com,BOLMONG – Proses seleksi pemain Persatuan Sepakbola Bolaang Mongondow (Persibom) untuk menghadapi Liga 4 Indonesia Piala Gubernur Sulawesi Utara 2026 menuai sorotan tajam dari masyarakat.
Keputusan tim seleksi dinilai tidak mencerminkan prestasi di lapangan, terutama bagi wilayah Dumoga Barat yang hanya mendapatkan satu slot pemain.
Padahal, Dumoga Barat diketahui merupakan juara Turnamen Bupati Cup Kabupaten Bolaang Mongondow 2025.
Dalam partai final yang berlangsung di Lapangan Joko Tole, Kelurahan Inobonto 1, tim Dumoga Barat sukses menaklukkan tuan rumah Kecamatan Bolaang lewat drama adu penalti dengan skor 5-4.
Keberhasilan tersebut sebelumnya diyakini akan menjadi pertimbangan utama dalam proses rekrutmen pemain Persibom.
Namun kenyataannya, hasil seleksi justru memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat.
Sorotan ini pun ramai diperbincangkan di media sosial. Sejumlah warga mempertanyakan dasar penilaian yang digunakan oleh tim seleksi, yang dianggap tidak sejalan dengan capaian tim di kompetisi resmi daerah.
Salah satu tokoh pemuda Dumoga Raya, Jalaludin Kosasi, secara terbuka mengungkapkan kekecewaannya.
Ia menilai proses seleksi terkesan tidak transparan dan mengabaikan prestasi Dumoga Barat sebagai juara.
“Sebagai orang Dumoga, wajar kami merasa tersinggung. Harusnya Bupati Cup kemarin dijadikan dasar penilaian. Tapi mungkin panitia punya pertimbangan lain, itu yang perlu dijelaskan,” ujarnya.
Ia juga mendesak agar pihak tim seleksi memberikan klarifikasi secara terbuka.
Menurutnya, penjelasan resmi sangat penting untuk meredam spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat.
Kekecewaan serupa juga datang dari pihak tim Dumoga Barat. Official sekaligus pelatih, Sahdan Bulow, menyoroti adanya komitmen yang disampaikan saat technical meeting Bupati Cup, di mana disebutkan bahwa tim juara akan menjadi representasi Persibom di Liga 4.
Namun, menurutnya, komitmen tersebut tidak terealisasi. Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak menuntut seluruh pemain berasal dari Dumoga Barat, melainkan hanya meminta adanya ruang yang proporsional bagi pemain-pemain berprestasi.
“Kami tidak memaksakan semua harus dari Dumoga Barat. Tapi setidaknya ada komunikasi. Banyak pemain dari Dumoga Raya, termasuk Dumoga Timur dan Dumoga Tenggara, yang punya kualitas dan layak dipertimbangkan,” ungkapnya.
Ia bahkan menyebut setidaknya ada enam hingga tujuh pemain yang dinilai layak masuk dalam skuad Persibom berdasarkan performa di turnamen.
Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, Ketua Tim Seleksi Persibom, Farid Suma saat dikonfirmasi belum mau memberikan tanggapan, meski demikian upaya konfirmasi masih terus dilakukan guna memperoleh penjelasan sebagai bahan perimbangan pemberitaan.
Situasi ini menjadi perhatian serius, mengingat Persibom diharapkan mampu tampil kompetitif di Liga 4 Indonesia.
Banyak pihak menilai bahwa transparansi dan objektivitas dalam proses seleksi merupakan kunci utama dalam membangun tim yang solid sekaligus menjaga kepercayaan publik.
Jika polemik ini tidak segera dijelaskan, bukan tidak mungkin akan berdampak pada dukungan masyarakat terhadap tim.
Di sisi lain, kejelasan mekanisme seleksi juga menjadi penting agar talenta-talenta lokal benar-benar mendapatkan kesempatan yang adil untuk berkembang.
Berikut daftar nama pemain hasil seleksi timsel Persibom:
(Laporan : Tio Mokodongan)







