Jamin Ketahanan Pangan Warga di Tengah Pandemi Covid-19, Pemkab Bolmong Salurkan Bantuan Sembako, Bibit, dan Pupuk

0
276

ADVETORIAL

BOLMONG,DETOTABUAN.COM— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow (Bolmong) Rabu, (06/05/2020) telah menyalurkan bantuan pangan sembako untuk masyarakat terdampak Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di 15 Kecamatan yang tersebar di wilayah Bolmong.

Bantuan Pemkab Bolmong itu juga untuk mewujudkan program Orang Desa Sehat Kuat lawan Covid-19. Sejak pagi, Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow  resmi melepas kendaraan logistik yang mengangkut bantuan berupa beras dan sembako lainnya untuk disalurkan ke 200 desa dan 2 kelurahan di Bolmong.

Dalam penyaluran, Bupati Yasti juga didampingi Wakil Bupati Yanny R. Tuuk, Ketua DPRD Bolmong Welty Komaling, Ketua TP PKK Bolmong Lesly Kaligis, Kajari Kotamobagu Hadianto SH, dan Sekretaris Daerah Bolmong Tahlis Gallang, pimpinan Orhanisasi Perangkat Daerah (OPD), serta para Camat.

Seperti diketahui, Pemkab akan memberikan bantuan sembako kepada sebanyak 8.370 Kepala keluarga (KK), dimana masing-masing KK mendapatkan beras sebanyak 36 kilogram, minyak kelapa dua liter, empat buah ikan kaleng, telur 30 butir dan lima susu kaleng.

Dalam sambutannya Yasti memberikan apresiasi kepada Dinas Ketahanan Pangan (DKP) dan Dinas Sosial (Dinsos) Bolmong atas kinerja dalam penyediaan bantuan itu. “Kelihatannya Bolmong sedikit terlambat, tetapi inshallah pada bulan Mei ini ada dua kali penyaluran bantuan, itu dikarenakan pembahasan kita baru selesai karena butuh waktu dalam penyediaan beras, awalnya dengan Bulog akan tetapi mereka sanggupnya tiga minggu baru ada beras dalam arti sekitar tanggal 20 baru penyediaanya ada. Sehingga untuk sementara kita mencari di tempat lain agar kebutuhan masyarakat bisa tertangani dengan cepat,” jelas Yasti.

Lanjutnya, dengan menggunakan APBD, Pemkab pun men top up anggaran kepada sebanyak 4.122 KK selaku penerima BPNT yang bersumber dari APBN. “Bantuan BPNT nilainya 200 ribu rupiah, sedangkan bantuan yang disalurkan pemkab Bolmong  totalnya 600 ribu Rupiah. Menanggapi itu, supaya adil kita melakukan top up dalam bentuk beras premium 36 kilo gram, sehingga semua sama total nilainya 600 ribu,” ujarnya.

Ditambahkan, dalam program tersebut. bantuan disiapkan dalam jangka waktu sembilan bulan lamannya hingga Desember 2020 mendatang. Dan data yang ada dari 4.122 dan 4.248 KK bersumber dari data terpadu Kemensos. “Tidak ada data dari Pemkab Bolmong yang di luar Data Terpadu Kementrian Sosial (DTKS),” jelas Yasti

Sementara untuk BLT yang bersumber dari Dana desa (Dandes), Yasti mengakui memang berada di luar APBD murni, kendati itu dikelola langsung oleh Kepala desa (Kades), namun menurutnya Pemkab tentu bertanggungjawab dalam memberikan pembinaan dan pengarahan agar supaya seluruh bantuan baik yang disalurkan lewat APBD maupun Dandes bisa tepat sasaran. “Saya sudah instruksikan kepada para camat agar mendampingi para Kades dalam penyaluran sembako maupun BLT kepada masyarakat yang terdampak Covid-19, agar supaya penerimanya betul-betul yang berhak, dan tepat sasaran,” tegasnya.

Di tempat terpisah, Bupati Yasti juga menghadiri kegiatan gerakan tanam yang dirangkaikan dengan penyerahan bantuan untuk mendukung ketahanan pangan dalam rangka percepatan penanganan dampak Covid-19 di Kabupaten Bolmong.

Pada kesempatan itu, Yasti mengungkapkan Bolmong merupakan Daerah pertama di Indonesia yang menerapkan konsep ketahanan pangan sebagai strategi penanganan Covid-19. “Pada 9 April lalu Sekda pimpin rapat refocusing anggaran. Ketahanan pangan sudah dibahas dan dijadikan keputusan untuk menghadapi Covid-19 dengan memperkuat sektor ketahanan pangan, kesehatan serta Bansos. Sementara pada 13 April Presiden Joko Widodo mengeluarkan perintah untuk memperkuat ketahanan pangan. Ini berarti kita satu pemikiran dengan Presiden,” tutur Yasti.

Bupati Yasti mengatakan, bantuan bibit pertanian akan menggerakan ekonomi ril di Bolmong. Ia mencontohkan bantuan bibit jagung Bisi 18 pada lahan 10 ribu hektare. “Misalnya satu hektar ada 15 ton berarti 15 ton kali 10 ribu hektare ada 150 ribu ton dan jika harga jagung di 3000 rupiah ada sekitar 450 miliar yang berputar di Bolmong, begitu pula bantuan bibit padi,” jelas Yasti.

Pada kegiatan itu, Yasti menyerahkan secara simbolis kepada sejumlah warga berupa bantuan bibit benih padi dari Dinas pertanian sebanyak 211.850 kilogram, pupuk POC 22.208 liter, pupuk Urea 700 ribu kilogram, serta pupuk NPK 525 ribu.

Selain itu, ia juga memberikan benih jagung bisi 18 sebanyak 200 ribu kilogram dari Dinas Perkebunan, pupuk cair ZPT 24 ribu liter, bibit jagung manis 150 sachet dan pupuk kompos untuk 30 lokasi serta bantuan benih ikan. Di kesempatan itu, ia juga menyempatkan melakukan penanaman jagung di lahan samping Dinas Pertanian Bolmong, Desa Lalow, Kecamatan Lolak. (Ind/Adve)

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.