Pemkab Bolmong Peringati Hari Anti Narkoba Internasional 2016

0
648
Pemkab Bolmong Peringati Hari Anti Narkoba Internasional 2016
BOLMONG,DETOTABUAN.COM – Pemkab Bolmong melalui Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten menggelar Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2016, dengan tema Musicgymnation Bugar Tanpa Narkoba, Kreatif Tanpa Zat Adiktif. Kegiatan yang melibatkan mayoritas anak sekolah dan komunitas pemuda tersebut dilaksanakan di halaman sekolah Yadika Kopandakan, Sabtu (4/6/2016).
Acara tersebut dibuka oleh Sekda Bolmong Drs Ashari Sugeha lalu diawali dengan acara jalan sehat bersama serta di hadiri ketua DPRD Welty Komaling SE MM, komandan Yon Armed 19/105 Tarik Bogani Mayor Fajar Catur Prasetyo SE, dan sejumlah pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Bolmong.
Sekda Bolmong Drs Ashari Sugeha, mengatakan Peringatan HANI ini adalah momentum membentuk karakter anak muda yang bebas dari narkoba, dan zat adiktif lainnya. ” kata sekda Ashari
Hani2Sementara, ketua DPRD Welty Komaling juga mengajak anak muda berkreatifitas tanpa embel-embel narkoba. ”Jangan sampai nilai kreatifitas kita hilang hanya karena narkoba. Begitu juga dengan menggapai prestasi di sekolah. Tanpa narkoba, kalian semua akan tampil kece,” kata Welty disambut riuh aplaus para undangan.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan senam zumba, yang dimeriahkan oleh komunitas zumba se Bolmong, siswa SMP dan SMU/SMK, anggota Yon Armed, dan ASN Bolmong.
Kepala BNN Provinsi Sulut Kombes (Pol) Sumirat Dwiyanto didampingi kepala BNNK Bolmong AKBP Yuli Setiawan membuka secara resmi kegiatan, yang diawali dengan tabuh drum.
Dalam sambutannya, Sumirat mengungkapkan ada 43.589 orang pecandu narkoba yang direhabilitasi di Sulut. Untuk memulihkan puluhan ribu orang itu, BNN membutuhkan waktu 115 tahun.
Menurut Sumirat, jumlah pecandu di Sulut rata-rata meningkat 1.500 orang per tahun. Sementara, sesuai anggaran, BNN Sulut hanya bisa merehabilitasi 370 orang per tahun.  “Butuh 115 tahun untuk menuntaskan rehabilitasi bagi 43.589 orang pecandu narkoba di Sulut,” ungkap Sumirat.BNN1
Lanjutnya lagi, narkoba di Sulut masuk lewat jalur darat, laut dan udara. Biasanya, kata dia, narkoba yang masuk melalui jalur udara berasal dari Singapura, Tiongkok, Jakarta, Ternate, Balikpapan, Surabaya, dan Makassar. Sementara, yang melalui jalur laut kebanyakan dari Filipina ke Sangihe, ke Bitung dan Manado. Lalu dari Papua ke Bitung, Jakarta ke Bitung dan Ternate ke Bitung dan Manado. Sedangkan untuk darat, melalui jalur trans Sulawesi, yakni Makassar dan Palu. ”Karena itu, BNN membutuhkan bantuan seluruh elemen masyarakat untuk mensosialisasikan anti narkoba dan zat adiktif lainnya, serta dampaknya bagi masa depan generasi muda dan bangsa,” pungkasnya. (ADV/Tio)