Detotabuan.com,BOLMONG – Genap satu tahun kepemimpinan Bupati Yusra Alhabsyi dan Wakil Bupati Donny Lumenta (YusraDon) memimpin Kabupaten Bolaang Mongondow, warga kembali menyoroti capaian visi misi, serta program unggulan yang dijanjikan saat masa kampanye.
Tokoh pemuda Bolmong Hendra Mamonto mengatakan, meski roda pemerintahan berjalan dan sejumlah program pelayanan publik telah dilaksanakan, realisasi beberapa janji strategis masih menjadi tanda tanya di kalangan masyarakat, terutama yang berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat.
Salah satu yang paling sering disorot kata dia, adalah janji bantuan UMKM sebesar Rp3 juta per kepala keluarga. Pasalnya, hingga memasuki tahun kedua pemerintahan, ia mengaku belum melihat implementasi program tersebut, baik kejelasan mekanisme, sasaran penerima, maupun jadwal pelaksanaannya.
Selain itu, program kesehatan gratis melalui optimalisasi kepesertaan BPJS Kesehatan juga terus menjadi perhatian. Ia berharap seluruh masyarakat kurang mampu dapat benar-benar terjamin layanan kesehatannya tanpa kendala administrasi maupun pembiayaan. Sebab di lapangan kata dia, masih ada saja keluhan mengenai keterbatasan akses dan belum terakomodasinya seluruh warga yang membutuhkan.
Visi dan Misi Jadi Tolok Ukur
Diketahui, pasangan YUSRADON mengusung visi besar: Mewujudkan Kabupaten Bolaang Mongondow yang Maju dan Sejahtera atau disingkat Bolmong JUARA, Visi tersebut dijabarkan melalui sejumlah misi prioritas, di antaranya:
- Pemerataan pendidikan berkualitas dan layanan kesehatan terjangkau
- Pembangunan infrastruktur berbasis teknologi dan tata kelola pemerintahan yang transparan
- Penguatan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal
- Penciptaan kehidupan sosial yang harmonis dan toleran
Selain itu, program unggulan seperti pendidikan gratis bagi siswa kurang mampu, layanan kesehatan gratis, serta percepatan perbaikan fasilitas umum menjadi janji yang paling diingat masyarakat.
Harapan dan Evaluasi Publik
Tokoh Pemuda Dumoga Barat Isamri Nasaru menilai, satu tahun pertama pemerintahan merupakan fase penting untuk membuktikan arah kebijakan pembangunan. Mereka berharap pemerintah daerah dapat menyampaikan laporan capaian secara terbuka, termasuk progres realisasi program prioritas.
“Janji kampanye menjadi kontrak moral dengan masyarakat. Karena itu, publik wajar menunggu bukti nyata, terutama program yang menyentuh langsung kebutuhan dasar,” ujarnya.
Meski tak menapik adanya langkah awal pembangunan dan penataan program pemerintah, ia berharap percepatan realisasi dapat segera dilakukan pada tahun kedua masa kepemimpinan.
Momentum Evaluasi Tahun Kedua
Memasuki tahun kedua pemerintahan, Isamri berharap pemerintah daerah dapat memperjelas roadmap pelaksanaan program prioritas, khususnya bantuan sosial, jaminan kesehatan, serta peningkatan kualitas pendidikan dan infrastruktur.
“Satu tahun perjalanan kepemimpinan menjadi momentum evaluasi, sekaligus penentu arah ke depan, apakah visi “maju dan sejahtera” dapat benar-benar terwujud, atau justru menjadi catatan kritis yang terus dipertanyakan publik,” pungkasnya.
Laporan : Tio Mokodongan






