Detotabuan.com, Boltara — Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara) menggelar peringatan Nuzulul Qur’an 1447 Hijriah dengan menghadirkan penceramah agama, Habib Salim bin Abdurrahman Al-Jufri, yang bertempat di Masjid Agung Baiturrahman Boroko.
Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Boltara Dr. Sirajudin Lasena, Wakil Bupati Moh. Aditya Pontoh, unsur Forkopimda, tokoh agama, serta masyarakat yang mengikuti rangkaian peringatan turunnya Al-Qur’an.
Terpantau media ini jamaah masjid antosias mengikuti rangkaian kegiatan yang diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan dilanjutkan dengan tausiyah agama.
Dalam sambutannya, Bupati Sirajudin Lasena mengungkapkan rasa syukur karena masyarakat masih diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk bertemu dengan bulan suci Ramadan sekaligus memperingati Nuzulul Qur’an.
“Alhamdulillah, pada malam ke 18 Ramadan tahun ini,kita masih diberikan kesehatan dan kekuatan oleh Allah SWT sehingga dapat berkumpul di masjid ini untuk memperingati Nuzulul Qur’an,”Ujarnya
“Semoga kehadiran kita malam ini menjadi amal ibadah yang dicatat oleh Allah,” Sambung Sirajudin
Ia juga menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kebersamaan di tengah kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, momentum Nuzulul Qur’an harus dimaknai sebagai pengingat untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah.
“Sebagai umat Islam dan bangsa, kita harus terus menjaga persatuan. Jangan sampai kita terpecah hanya karena perbedaan suku, kelompok, atau kepentingan tertentu,”Harapnya
Lebih Lanjut,Kata Bupati,kondisi keamanan di Indonesia masih terjaga, khususnya di Bolaang Mongondow Utara, ini merupakan nikmat besar yang harus disyukuri dengan meningkatkan kualitas ibadah.
“Di banyak tempat saudara-saudara kita beribadah di tengah konflik. Sementara kita di daerah ini hidup aman.karena itu,mari kita manfaatkan Ramadan ini dengan memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah,” tambahnya.
Sementara itu,dalam tausiah, Habib Salim Al-Jufri menjelaskan sejarah turunnya Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW. Ia menyebutkan bahwa Al-Qur’an pertama kali diturunkan dari Lauh Mahfudz ke Baitul Izzah, kemudian diturunkan secara bertahap kepada Nabi Muhammad melalui Malaikat Jibril.
“Al-Qur’an diturunkan pada bulan Ramadan, pada malam hari. Karena itu Ramadan menjadi bulan yang sangat mulia bagi umat Islam,” jelas Habib Salim di hadapan jamaah.
Ia juga mengingatkan umat Islam agar tidak hanya membaca Al-Qur’an, tetapi juga memahami dan mengamalkan ajaran yang terkandung di dalamnya.
“Al-Qur’an harus menjadi pedoman hidup kita. Bukan hanya dibaca, tetapi dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” pesannya.






