Detotabuan.com,BOLSEL – Pemerintah pusat resmi menyerahterimakan kawasan hunian tetap (huntap) relokasi pascabencana erupsi Gunung Ruang kepada masyarakat terdampak asal Kabupaten Kepulauan Sitaro yang kini telah resmi menjadi warga Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan.
Seremoni berlangsung di kawasan huntap Desa Modisi, Jumat (13/2/2026), dan dihadiri berbagai pejabat pusat maupun daerah. Tampak hadir Bupati H. Iskandar Kamaru bersama Wakil Bupati Deddy Abdul Hamid, Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus, serta jajaran kementerian dan unsur Forkopimda.
Turut hadir pula Bupati Sitaro Cynthia Ingrid Kalangit dan Wakil Bupati Heronimus Makainas, para pejabat Pemprov Sulut, pimpinan OPD, ASN Bolsel, hingga masyarakat penerima bantuan hunian tetap.
Dalam sambutannya, Bupati Bolsel Hi. Iskandar Kamaru, S.Pt, M.Si menegaskan bahwa masyarakat asal Tagulandang yang direlokasi kini telah resmi berpindah administrasi kependudukan dan menjadi bagian dari Bolsel.
“Terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada pemerintah pusat, pemerintah provinsi, serta seluruh pihak yang telah bekerja keras. Ini adalah awal yang baru, awal yang lebih baik bagi saudara-saudara kita,” ujar Bupati Iskandar.
Ia menegaskan sejak awal pemerintah daerah berkomitmen menerima masyarakat terdampak sebagai keluarga besar Bolsel. Baginya, relokasi bukan sekadar urusan administrasi, melainkan wujud solidaritas kemanusiaan.
“Mereka adalah saudara kami. Kami juga pernah menjadi korban bencana. Ini tentang kemanusiaan. Selamat datang di Bolsel, semoga tempat ini menjadi hunian yang nyaman untuk kita semua,” katanya.
Kawasan huntap ini dibangun khusus untuk relokasi korban erupsi dan kini dilaporkan siap huni sepenuhnya.
Sebanyak 287 unit rumah telah tersedia lengkap dengan fasilitas penunjang, mulai dari puskesmas pembantu, PAUD, TK, SD, SMP, rumah ibadah, area olahraga, hingga sistem pengelolaan kawasan terintegrasi.
Dari unsur pemerintah pusat, perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Koordinator PMK, dan Kementerian Sosial RI menyampaikan bahwa seluruh infrastruktur telah disiapkan untuk mendukung kehidupan warga secara berkelanjutan.
Selain itu, kepesertaan BPJS Kesehatan bagi warga relokasi akan disesuaikan dengan data administrasi kependudukan terbaru, dengan syarat penerima manfaat benar-benar menetap di kawasan tersebut.
Sementara itu, Gubernur Yulius Selvanus menegaskan bahwa bencana erupsi merupakan duka bersama, namun negara hadir memberikan solusi nyata bagi masyarakat terdampak.
“Saya hadir di sini menjadi saksi. Terimalah saudara-saudara kita seperti masyarakat Bolsel sendiri. Hunian ini akan menjadi percontohan pembangunan di Aceh dan rencana perumahan ASN Sulut ke depan,” ujarnya.
Ia juga berpesan agar warga menjaga rumah dan lingkungan baru mereka dengan baik. Menurutnya, pembangunan huntap ini menjadi bukti konkret kehadiran negara dalam menjamin keselamatan dan masa depan masyarakat terdampak bencana.
Dengan diresmikannya kawasan tersebut, ratusan keluarga kini memulai babak baru kehidupan mereka di lingkungan yang lebih aman, tertata, dan dilengkapi fasilitas memadai sebuah langkah nyata menuju pemulihan pascabencana yang berkelanjutan. (Tio)







