Terkait Capaian PBB, 80 Sangadi Boltim Dievaluasi

0
595
BOLTIM, DETOTABUAN.COM – Guna memaksimalkan pencapaian target realisasi Pajak Bumi Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) lewat Badan Keuangan Daerah, mengundang 80 Sangadi (Kepala Desa) se Boltim untuk mempersentasekan capaian PBB di masing-masing Desa.
Agenda tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Boltim Sehan Landjar SH, didampingi oleh Wakil Bupati Drs Rusdi Gumalangit dan Sekretaris Daerah Ir Hi Muhammad Assagaf.
Tampak Foto Bupati Memberikan Sambutan Pemerintah dan Para Sangadi Se-Boltim
Tampak Foto Bupati Memberikan Sambutan Pemerintah dan Para Sangadi Se-Boltim
“Salah satu sumber pembiayaan guna keberhasilan pembangunan Daerah adalah lewat PBB. Hal ini didasarkan pada maraknya aktivitas ekonomi di dalam Daerah yang belum dilaporkan kepada otoritas pajak,” kata Bupati lewat sambutannya.
Lebih lanjut disampaikan Bupati, PBB merupakan satu sektor penerimaan daerah yang perlu dioptimalkan dengan berbagai cara dan strategi.
Pasalnya, kewenangan pengelolaan PBB sudah sepenuhnya menjadi tanggung jawab Daerah sesuai dengan undang-undang nomor 28 tahun 2009.
“Guna mencapai hasil yang maksimal, wajib sifatnya bagi Camat dan Sangadi serta perangkatnya, untuk menyusun langkah strategis dalam hal penagihan. Mulai dari penyampaian SPPT, sosialisasi ke Masyarakat dan lain sebagainya,” tambahnya.
Pada kesempatan ini, Wakil Bupati juga sempat melakukan evaluasi langsung kepada masing-masing Sangadi. Dimulai dari kehadiran hingga membacakan capaian realisasi PBB di masing-masing Desa.
“Apa langkah yang akan kalian lakukan guna memaksimalkan PBB di Desa, sebab hingga saat ini sudah ada yang mencapai 100 persen, tapi yang kami sesalkan mengapa masih ada juga yang belum sama sekali atau dengan kata lain 0 Persen,” tegas Papa Keken sapaan akrab Wabup.
Terinformasi, kegiatan ini juga dihadiri oleh seluruh jajaran Satuan Kerja Pemkab Boltim, serta para Camat. (Fhersa)

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.