Wali Murid SMA 1 Kotabunan Sepakat Setujui Uang Pengayaan Melalui Rapat Bersama

0
586
Wali Murid SMA 1 Kotabunan Sepakat Setujui Uang Pengayaan Melalui Rapat Bersama
Kepsek SMA Negeri 1 (SMANSA) Kotabunan Ketika Disambangi Awak Media Siang tadi.

Boltim, DeTotabuan.com – Guna menghadapi Ujian Nasional mendatang, untuk siswa-siswi di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Kotabunan kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) telah menggelar rapat untuk menyepakati serta menyetujui soal uang pengayaan kepada siswa antar orang tua (wali murid) dan pihak sekolah.

Dikatakan Kepala sekolah (Kepsek) SMA 1 Kotabunan Sriwati S Napu bahwa, beberapa Bulan lalu pihak sekolah bersama para wali murid telah mengadakan rapat terkait dengan dana untuk pengayaan seluruh mata pelajaran terhadap siswa-siswi dalam menghadapi Ujian Nasional mendatang.

“rapat pihak sekolah bersama wali murid mengenai uang untuk pengayaan itu sudah dilakukan pada 19 Juli lalu senilai Rp 780 ribu per siswa dan mereka semua wali murid sepakat menyetujui hasil rapat tersebut” jelas, Sri saat disambangi diruang kerjanya (28/09) sembari menunjukan notulen hasil rapat.

Lebih Jelasnya, dirinya mengatakan, adapun dalam agenda rapat kita hanya membicarakan dana atau uang persiapan pengayaan untuk siswa, penyampaian rincian dana akan digunakan yang dihadiri sekitar 50 lebih wali murid.

“sesuai dengan hasil rapat diputuskan oleh pihak sekolah bersama wali murid itu, per siswa untuk pembayaran per Bulan Rp 65 ribu dimulai Bulan Juli lalu hingga Februari 2017. maka, dengan hasil keputusan rapat tersebut telah disetujui oleh wali murid. jadi tidak ada wali murid yang komplen soal dana pengayaan guna persiapan menghadapi UN SMA N 1 kotabunan April 1017 nanti” terangnya, kepada sejumlah awak media siang tadi
Lanjut Sri menuturkan, ada sejumlah mata pelajaran yakni, IPS Sepuluh bidang studi dan IPA Sepuluh juga yang dilakukan pengayaan kepada siswa. Untuk dana BOS tidak ada petunjuk untuk pengayaan jadi, tidak boleh.

“kita punya siswa kelas ujian sebanyak 79 orang sedangkan untuk 3 orang siswa tidak diwajibkan dalam kesepakatan memberikan dana pengayaan sebab, diketahui ketiga siswa itu secara ekonomi tergolong susah (Tidak Mampu). Namun, mereka tetap mengikuti pengayaan dan UN mendatang. untuk dana BOS itu tidak bisa dipakai dalam pengayaan karena, tak ada petunjuk pengunaan dana BOS buat pengayaan” ujar Sri

Diketahui hari ini, para wali murid kembali menggelar pertemuan dengan pihak sekolah, menyangkut informasi dan isu berkemban soal dana pengayaan dengan maksud, bahwa semua wali murid sepakat dengan hasil rapat pertama.

“kami semua sudah menyetujui dari hasil rapat pertama soal uang pengayaan. jadi, tidak benar adanya isu atau informasi bahwa ada wali murid yang tidak sepakat. sekali lagi kami semua wali murid menyetujuinya” papar, para wali murid yang hadir dalam pertemuan dengan pihak sekolah siang tadi, kepada media dengan jelas. (Fery)

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.