Investor Mulai Lirik Sektor Tanaman Holtikultura di Passi Timur

0
20
Istimewa

BOLMONG,DETOTABUAN.COM— Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) termasuk daerah terluas di Sulawasi Utara (Sulut). Selain itu, memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah.

Selain beras, jagung  dan kopra, daerah ini juga memiliki hasil bumi seperti emas. Untuk itu, para investor tertarik dengan SDA yang dimiliki kabupaten dengan 15 kecamatan tersebut.

Satu diantaranya tanaman holtikultura yang saat ini dilirik investor. Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Pertanian Bolmong, Kecamatan Passi Timur tercatat menjadi sasaran.

Pasalnya, produksi komoditi tanaman kentang mencapai sekitar 64,16 ton dengan luas tanam 3,785 hektar. Sedangkan luas panen sekira 4,010 hektar dengan provitas 160,00 yield/hektar.

Kepala Dinas Pertanian Bolmong Remon Ratu mengatakan, pihkanya saat ini terus meningkatkan produktivitas tanaman holtikultura (kentang) di wilayah sentra produktif.

Karena kata dia, satu-satunya wilayah di Bolmong yang bisa hidup tanaman seperti kentang dan beberapa jenis sayuran hanya ada di Kecamatan Passi Timur. “Produksi ini hanya sebatas sasaran kami. Tidak hanya kentang, tetapi beras, jagung, kacang-kacangan, ubi-ubian dan nenas bakal jadi incaran investor,” ungkap Remon, Rabu (22/01/2020).

Dia menambahkan, beberapa desa kata dia banyak menyimpan potensi SDA. Maka dari itu, pihaknya terus melakukan pemantauan dan pemetaan dataran tanaman kentang.

“Beberapa Kelompok Tani (koptan) telah bekerjasama dengan pihak investor. Para investorpun memilih dataran tinggi. Seperti Desa Mobuya, Desa Sinsingon, dan Desa Insil sebagai pusat kerjasama untuk tanaman kentang. Untuk itu, kami selaku pihak yang diberi fasilitas sangat merespon penuh langkah koptan yang membuat kentang bolmong dikenal secara luas,” tuturnya.

Lanjutnya, daerah sentra holtikultura khususnya daerah dataran tinggi di Kecamatan Passi Barat itu nantinya akan konsen membangun daerah agro wisata, dan program-program yang difokuskan pada pembenahan-pembenahan baik aspek produksi, produktifitas, kualitas produk dan pembangunan.

Selain itu kata dia, diperlakukan teknologi dan pembenahan sesuai wilayah komoditi, khususnya daerah kentang dan sayuran. “Denagn SDA yang melimpah ini. Kami optimis bolmong jadi persinggahan investor, tentunya koordinasi dengan provinsi dan Kementerian Pertanian (Kementan) RI adalah hal utama juga yang terus dilakukan,” katanya mengakhiri. (Ind)