Tatong Bara Tolak Wacana Sekolah Sehari Penuh

0
450
Sekolah Sehari Penuh
KOTAMOBAGU, DETOTABUAN.COM – Wali Kota Kotamobagu, Tatong Bara menolak wacana ‘Sekolah Sehari Penuh’ yang diusulkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Muhajir Effendi.
“Untuk Kotamobagu, kami belum sepakat untuk Sekolah full day school (Sekolah Sehari Penuh),” ujar Tatong saat diwawancarai saat memantau jalannya kegiatan lomba menyambut HUT RI ke 71, Jumat (12/08) di lapangan Boki Hotinimbang.
Bukan waktu belajar anak-anak Sekolah yang diperpanjang, lanjut Tatong, tetapi harus dicari metode terbaik untuk memaksimalkan proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).
“Penambahan waktu sekolah, dikhawatirkan justru membuat anak stress dan hasilnya tidak maksimal,” imbuh Tatong.
Terkait wacana Sekolah Sehari Penuh itu sendiri, jelas Tatong, pihaknya belum menerima surat resmi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
“Mengenai wacana tersebut, Mudah-mudahan (Kemendikbud) mempertimbangkan lagi secara matang,” harap Tatong.
Menteri Pendidkan dan Kebudayaan, Muhajir Effendi, Selasa (09/08) dalam jumpa pers di Jakarta, menjelaskan wacana yang diusulkan tersebut dimaksudkan untuk mengembangkan karakter murid. Dan dengan dengan penambahan jam sekolah itu sendiri, akan mempersempit jeda waktu Siswa pulang sekolah dan jam kantor orang tua.
“Ini (jeda waktu pulang orang tua dan anak) peluang pengaruh buruk pada anak. Saya ingin sekolah menjadi rumah kedua untuk anak-anak. Jangan swalayan, jangan mal menjadi rumah kedua mereka,” kata Muhajir. (udi/dtk)

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.