Detotabuan.com, Boltara — Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) resmi membuka Gebyar Pasar Senggol 2026 di kawasan Lapangan Kembar Boroko,Kegiatan tersebut dibuka oleh Sekretaris Daerah Bolmut Jusnan C. Mokoginta, MARS, yang mewakili Bupati Bolmut Dr. Sirajudin Lasena.
Pasar Senggol merupakan agenda tahunan pemerintah daerah yang telah dilaksanakan selama tiga tahun terakhir.setiap bulan Ramadan menjelang Hari Raya Idul Fitri.
“Kehadiran pasar ini bertujuan memudahkan masyarakat mendapatkan kebutuhan Lebaran sekaligus menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan pendapatan,”Ujar Sekda Jusnan Mokoginta dalam sambutannya.Minggu malam (8/3/2026
Lebih lanjut,kata Jusnan,pasar senggol di Boroko kini menjadi salah satu yang terbesar di Sulawesi Utara dan mulai menjadi tradisi masyarakat Bolmut setiap Ramadan.
“Pasar senggol ini baru berjalan sekitar tiga tahun, namun sudah memberikan dampak besar bagi ekonomi masyarakat. Kami berharap kegiatan ini akan menjadi tradisi yang terus berkembang di Bolaang Mongondow Utara,” Kata Jusnan.
Ia juga mengapresiasi kerja keras panitia, asosiasi pedagang, serta seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
“Pasar Senggol tidak hanya menjadi pusat perbelanjaan masyarakat, tetapi juga berkembang sebagai destinasi wisata Ramadan yang mampu menarik pengunjung dari berbagai daerah, termasuk dari Manado dan Gorontalo,”Harapnya
Sementara itu, Ketua Panitia Pasar Senggol 2026, Syamsudin Olii, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut akan berlangsung selama 10 hari, mulai 8 hingga 18 Maret 2026, di kawasan Lapangan Kembar Boroko.
“Dari jumlah tersebut, 16 pedagang berasal dari luar daerah, sementara 54 lainnya merupakan pedagang lokal Bolmut,” jelas Syamsudin.
Berdasarkan estimasi panitia, Syamsudin bilang,setiap pedagang menginvestasikan modal antara Rp90 juta hingga Rp100 juta untuk berdagang selama pasar senggol berlangsung.
“Jika dihitung secara keseluruhan, perputaran ekonomi dari kegiatan ini diperkirakan bisa mencapai lebih dari Rp10 miliar,” tambahnya.
Advetorial












