Jokowi Tak Gentar Hadapi ‘Naga’

0
1164
Jokowi Tak Gentar Hadapi Naga
Karikatur Yang Dirilis Manilla Times
NASIONAL, DETOTABUAN.COM Ketegasan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) terkait kedaulatan di wilayah Kepulauan Natuna, membuat media ternama Filipina, Manilla Times pada tanggal 25 Juni 2016 kemarin, merilis karikatur yang menyerupai Jokowi, tengah berhadapan dengan Naga yang pada tubuhnya terdapat tulisan “China”.
Karikatur menyerupai sosok Jokowi itu sendiri digambarkan  membawa keris seukuran pedang  di tangan kanan dan perisai di tangan kiri. Serta pria bercaping dibelakangnya berkata, “Wow, just look at Jokowi go?,” dan satu lagi pria disebelahnya berkata, “Joint Exploration.”
Karikatur tersebut dirilis karena Jokowi meminta agar pengembangan ekonomi Kepulauan Natuna dan sekitarnya dipercepat. Sebagai penegasan Indonesia akan menegakkan kedaulatan di wilayah tersebut, yang sejak Jumat pekan lalu menjadi sorotan akibat insiden Kapal TNI dan Kapal Cina.
Dimana Kapal KRI Imam Bonjol menangkap kapal ikan Cina, Han Tan Cou 19038, dan didesak dua kapal penjaga pantai Cina (Coast guard) bernomor lambung 3303 dan 2501 secara bergantian agar melepaskan kapal ikan tersebut.
Jokowi saat menggelar rapat terbatas di KRI Imam Bonjol di Laut Cina Selatan, Kamis (23/06) pekan lalu, meminta TNI dan Badan Keamanan Laut (Bakamla) lebih meningkatkan penjagaan dan pengamanan. Serta meningkatkan kelengkapan teknologi radar dan kesiapan.
“Perkembangan di wilayah terluar harus diperhatikan dan menjadi prioritas. Saya minta kemampuan TNI dan Bakamla dalam menjaga laut itu harus ditingkatkan, baik dalam hal kelengkapan teknologi radar atau kesiapannya,” kata Jokowi seperti disampaikan Tim Komunikasi Presiden.
Diketahui, turut hadir dalam Rapat terbatas di atas kapal Imam Bonjol itu Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said, dan Menteri PPN/Kepala Bappenas, Sofyan Djalil. (bbc/tempo/sugi)

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.