Sulampua Menuju Global Logistics Hub, Gubernur Yulius Dorong Direct Call

oleh -24 Dilihat
oleh

Detotabuan.com,SULUT – Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, menegaskan bahwa layanan direct call atau pelayaran langsung ke negara tujuan ekspor utama berpotensi menjadi magnet baru bagi masuknya investasi ke kawasan Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua).

Menurutnya, terobosan ini bukan sekadar soal efisiensi waktu dan biaya, tetapi juga menjadi sinyal kuat bahwa kawasan timur Indonesia siap bersaing dalam rantai pasok global.

Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Yulius saat menjadi pembicara utama dalam Forum Group Discussion (FGD) bertema “Sulampua Menuju Global Logistics Hub untuk Penguatan Efisiensi dan Daya Saing Logistik Kawasan Timur Indonesia” yang digelar di Aula Gedung Keuangan Negara, Senin (19/1/2026).

Dalam paparannya, Gubernur Yulius menekankan bahwa Sulampua memiliki posisi strategis dalam perekonomian nasional. Kawasan ini menunjukkan tren pertumbuhan yang stabil dan menjanjikan.

Baca Juga :  Buka Rapat Panitia Tata Batas Hutan, Tahlis Harap Pembahasan Ini Memberikan Manfaat Bagi Masyarakat Bolmong

Pulau Sulawesi, sebagai satu kesatuan wilayah, mencatat laju pertumbuhan ekonomi di kisaran 5,5 hingga 6 persen. Sementara Sulawesi Utara sendiri tumbuh konsisten di angka 5 hingga 5,6 persen, sejalan bahkan sedikit di atas rata-rata nasional.

“Ini membuktikan bahwa Sulampua punya basis ekonomi riil yang kuat. Potensi pertumbuhan jangka menengahnya juga sangat besar. Karena itu, kawasan ini membutuhkan sistem logistik yang lebih efisien dan terintegrasi secara global,” ujarmya.

Ia menjelaskan, pengembangan layanan direct call dari Sulawesi Utara dapat memangkas waktu pelayaran secara signifikan, terutama ke negara-negara tujuan ekspor utama seperti Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok.

Dampaknya bukan hanya pada efisiensi biaya, tetapi juga mempercepat arus barang, memperkuat konektivitas, serta meningkatkan daya saing produk dari kawasan timur Indonesia.

Baca Juga :  Suhartien : Mulai 1 September Pembelian BBM Bersubsidi Harus Menggunakan Barcode

“Direct call tidak hanya menghemat waktu dan biaya, tetapi juga membangun ekosistem logistik kawasan yang lebih kuat dan berkelanjutan,” tegasnya.

Lebih jauh, Gubernur Yulius menyebut bahwa keberlanjutan layanan ini akan memberikan efek domino yang luas.

Jika rute direct call dapat berjalan secara reguler, pelaku usaha akan mendapatkan kepastian logistik, sementara investor akan melihat kawasan ini sebagai wilayah yang siap tumbuh.

“Setiap rute direct call yang berkelanjutan mengirimkan pesan kuat kepada dunia: kawasan timur Indonesia siap bersaing di level global,” kata Gubernur Yulius.

Apresiasi terhadap inisiatif ini juga datang dari Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Rakyat Tiongkok, Djauhari Oratmangun.

Ia menyebut Tiongkok merupakan mitra strategis Indonesia dalam perdagangan, sehingga keberadaan layanan direct call akan menguntungkan kedua belah pihak.

Baca Juga :  Pria Biontong I Ditemukan Tewas Gantung Diri

“Dengan adanya direct call, kerja sama perdagangan akan semakin efisien dan kompetitif. Ini peluang besar yang harus dimanfaatkan,” ujar Oratmangun.

Ia juga berharap pemerintah daerah dan pusat dapat terus meningkatkan kualitas infrastruktur pendukung, mulai dari pelabuhan, pergudangan, hingga sistem digital logistik, agar konektivitas internasional dapat berjalan optimal.

FGD ini turut dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Utara DR J Victor Mailangkay, SH, MH, Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie, Wali Kota Bitung Hengky Honandar, serta para pelaku usaha, perwakilan APINDO, Kadin, investor, dan operator logistik. (HK)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.